Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 24 Sep 2025 20:24 WIB ·

LSM KANe Desak Pemda Halsel Tarik Aset Desa dari Eks Kades


					LSM KANe Desak Pemda Halsel Tarik Aset Desa dari Eks Kades Perbesar

Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Sebuah dugaan pembohongan publik mencuat di Kabupaten Halmahera Selatan terkait keberadaan aset desa berupa satu unit speedboat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah tegas menarik aset tersebut dari tangan eks Kepala Desa Wailoar, Kecamatan Obi Selatan, yang bernama Zeth Daeng.

Ketua Investigasi LSM-KANe Maluku Utara, Asbar Sandiah, mengungkapkan kepada media pada Rabu (24/9/2025) bahwa Zeth Daeng diduga telah melakukan pembohongan publik. “Saat menjabat sebagai kepala desa, Zeth Daeng membeli satu unit speedboat menggunakan Dana Desa tahun 2023 dengan total anggaran sekitar 600 juta sekian. Namun, setelah diberhentikan dari jabatannya, speedboat tersebut tidak dikembalikan ke desa, melainkan diduga dijadikan aset pribadi,” terang Asbar.

Dugaan pembohongan ini diperkuat oleh klaim Zeth Daeng sendiri. Menurut Asbar, Zeth Daeng pernah menyatakan bahwa speedboat tersebut telah mengalami kerusakan sejak tahun 2024. Zeth Daeng mengaku telah memperbaiki kapal itu menggunakan uang pribadi istrinya dengan biaya lebih dari Rp100.000.000,00.

Namun, hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh LSM-KANe Maluku Utara mengungkap fakta yang berbeda. Asbar Sandiah mengklaim bahwa lembaganya telah mengantongi bukti kuat berupa dokumen perbaikan speedboat. “Berdasarkan bukti yang kami miliki, perbaikan speedboat tersebut tidak menggunakan dana pribadi seperti yang diklaim, melainkan menggunakan Dana Program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) tahap II,” ungkap Asbar. PMDH ini merupakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan PT Telaga Bakti Persada dengan total dana yang digunakan sebesar Rp63.629.000,00.

Lebih lanjut, Asbar Sandiah menegaskan bahwa perbuatan eks kepala desa Zeth Daeng telah meresahkan masyarakat Desa Wailoar. Ia menilai tindakan ini sebagai bentuk ketidakjujuran dan penyalahgunaan wewenang. “Untuk itu, kami mendesak pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera mengambil langkah tegas dan menarik aset speedboat ini. Aset ini dibeli dengan uang rakyat dan harus dikembalikan agar masyarakat dapat memanfaatkannya. Jangan biarkan para pejabat yang zalim meresahkan rakyat kecil demi kepentingan pribadi,” tegasnya.LSM-KANe berharap Pemda Halmahera Selatan segera merespons tuntutan ini.

Pengembalian aset desa dianggap sebagai langkah penting untuk menegakkan keadilan dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Disclaimer Berita:
Isi berita ini didasarkan pada pernyataan dan klaim dari pihak LSM KANe Maluku Utara. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kebenaran materi yang disampaikan dan menyarankan pembaca untuk menunggu verifikasi resmi dari pihak berwenang terkait, termasuk Pemerintah Daerah Halmahera Selatan dan pihak-pihak terkait lainnya. Redaksi menganut asas praduga tak bersalah hingga adanya keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 196 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM