Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 30 Nov 2025 00:28 WIB ·

Longsor Agam Isolir Nagari, Ratusan Warga Kampung Tabu Kelaparan


					Longsor Agam Isolir Nagari, Ratusan Warga Kampung Tabu Kelaparan Perbesar

Longsor Tutup Akses Jalan Palembayan Agam, Warga Nagari Terisolir Keluhkan Stok Sembako Menipis

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sejumlah nagari (desa) di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan terisolasi total akibat bencana longsor yang parah. Akses jalan utama tertutup material tanah dan bebatuan, menghentikan total mobilitas warga dan menyebabkan stok kebutuhan pokok menipis di rumah tangga. Nagari yang terdampak isolasi parah mencakup Sari Bulan, Cubadak Lilin, dan Kampung Tabu.

Warga di wilayah terdampak kini sangat mengharapkan bantuan segera, terutama pasokan sembako dan makanan. Ade, salah seorang warga Kampung Tabu, mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan di daerahnya mulai menipis drastis karena terhambatnya akses keluar untuk membeli bahan makanan.

“Banyak jalan penghubung antar nagari tertimbun longsor, sehingga warga tidak bisa keluar membeli kebutuhan pokok,” ujar Ade, Sabtu (29/11/2025).

Isolasi Total Hentikan Mobilitas Warga
Ade menjelaskan, meskipun wilayah tempat tinggalnya tidak mengalami kerusakan struktural parah akibat bencana, penutupan jalur penghubung oleh material longsor telah menghentikan aktivitas warga secara keseluruhan. Situasi ini diperparah dengan hujan deras yang memicu bencana di berbagai lokasi di Agam, termasuk laporan sebelumnya mengenai evakuasi ratusan warga dan kerusakan 31 hektare lahan pertanian.

Ade memohon agar pihak berwenang segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama agar bantuan logistik bisa masuk dan warga dapat kembali bergerak.

“Masyarakat juga sangat berharap adanya bantuan sembako, karena persediaan makanan kemungkinan akan habis dalam beberapa hari ke depan. Kami sangat kesulitan mencari kebutuhan pokok,” tambahnya.

Hal serupa dikeluhkan oleh Gilang, warga terdampak lainnya. Ia menegaskan bahwa wilayah mereka saat ini benar-benar terisolir, bahkan mengalami pemadaman listrik total. Gilang berharap tim penyalur bantuan dapat segera mencapai daerah-daerah yang terdampak dan sulit diakses untuk menyalurkan kebutuhan dasar, terutama makanan.

Kondisi ini memerlukan respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Fokus utama adalah membuka jalur evakuasi dan logistik, diikuti dengan distribusi sembako ke nagari-nagari yang terisolasi. Isolasi dan menipisnya logistik ini menuntut perhatian serius mengingat potensi krisis pangan jika penanganan akses lambat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Trending di LINGKUNGAN