Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 9 Apr 2025 16:39 WIB ·

Lewotolok Siaga: Desa Terdampak Radius Bahaya


					<em>Aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok yang mengeluarkan abu dan lontaran lava pijar, membahayakan desa-desa di sekitarnya.</em> Perbesar

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok yang mengeluarkan abu dan lontaran lava pijar, membahayakan desa-desa di sekitarnya.

Lembata [DESA MERDEKA] – Gunung Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan, menimbulkan ancaman serius bagi desa-desa sekitarnya. Status gunung saat ini adalah siaga, dengan serangkaian letusan freatik yang mengeluarkan abu vulkanik dan gas. Data dari Badan Geologi mencatat aktivitas seismik tinggi antara 16 hingga 31 Maret 2025, meliputi ratusan gempa erupsi, hembusan, tremor, dan vulkanik dangkal maupun dalam. Teramati pula lontaran lava pijar setinggi ratusan meter dari kawah.

Peningkatan aktivitas visual juga tercatat pada periode yang sama, dengan ketinggian asap mencapai 600 meter dan kolom erupsi hingga 700 meter dari puncak kawah. Kondisi ini menunjukkan aktivitas permukaan yang masih tinggi di kawah Ile Lewotolok.

Mengingat kondisi tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat gunung. Secara khusus, warga Desa Lamatokan dan Desa Jontona diingatkan akan potensi bahaya guguran lava dan awan panas dari sisi timur kawah. Lebih lanjut, warga Desa Jontona dan Desa Todonara dilarang memasuki wilayah selatan dan tenggara dalam jarak 2,5 kilometer dari kawah. Penggunaan masker dan pelindung diri lainnya sangat dianjurkan.

Badan Geologi melalui PVMBG telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat sekitar Gunung Lewotolok, terutama yang berada dalam radius 2 hingga 3 kilometer dari puncak, untuk menghindari aktivitas di area berbahaya. Kepatuhan terhadap arahan otoritas setempat terkait evakuasi dan keselamatan sangat penting. Pendakian dan wisata alam di kawasan gunung juga ditunda demi keselamatan.

PVMBG bekerja sama dengan tim pemantau lokal menggunakan teknologi canggih untuk memantau aktivitas gunung secara berkelanjutan. Data pergerakan magma dianalisis untuk memprediksi potensi letusan lebih lanjut. Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana bersiap dengan fasilitas pengungsian, logistik, dan bantuan medis. Infrastruktur evakuasi juga disiagakan.

Peningkatan aktivitas Lewotolok berdampak signifikan pada sosial ekonomi desa sekitar. Sektor pertanian terancam abu vulkanik, dan pariwisata mengalami penurunan kunjungan. Kesiapsiagaan dan kerjasama masyarakat dengan pemerintah menjadi kunci menghadapi ancaman ini. Program mitigasi bencana berbasis masyarakat juga krusial dalam mengurangi risiko dan dampak. Kewaspadaan, pemantauan intensif, dan koordinasi antar pihak adalah kunci utama menghadapi potensi bencana Gunung Lewotolok. Langkah mitigasi yang tepat diharapkan dapat mengendalikan dampak dan menjaga keselamatan warga serta pengunjung desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Trending di LINGKUNGAN