Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 29 Jan 2025 09:35 WIB ·

Lembah Anai Jadi Jantung Swasembada Pangan Melalui Rehabilitasi Hutan


					Lembah Anai Jadi Jantung Swasembada Pangan Melalui Rehabilitasi Hutan Perbesar

Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melakukan langkah berani dengan menjadikan pemulihan ekosistem hutan sebagai pilar utama ketahanan pangan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, memimpin aksi penanaman pohon serentak di Kawasan Lembah Anai, Sabtu (25/1/2025), sebagai respons nyata terhadap visi Swasembada Pangan Presiden Prabowo Subianto.

Strategi ini tergolong out of the box karena mengaitkan langsung kelestarian hutan lindung dengan produksi pangan masa depan. Kawasan Lembah Anai, yang sebelumnya luluh lantak akibat bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi, kini dipulihkan fungsinya sebagai penyangga energi, sumber air, dan penyedia cadangan pangan bagi masyarakat sekitar.

Perhutanan Sosial: Senjata Utama Pemberdayaan
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa rehabilitasi ini tidak bersifat searah, melainkan berbasis masyarakat. Mengingat 81,9% nagari di Sumatera Barat bersentuhan langsung dengan kawasan hutan, Pemprov Sumbar mendorong program perhutanan sosial seluas 355 ribu hektar sebagai solusi ekonomi sekaligus ekologi.

“Kami menjadikan perhutanan sosial sebagai solusi utama. Hutan harus pulih agar fungsinya sebagai sumber pangan dan air bagi nagari-nagari kita kembali utuh,” ujar Mahyeldi di sela kegiatan.

Pelopor Regulasi Hutan di Indonesia
Keseriusan Sumatera Barat mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Kehutanan. Plt. Sekjen Kemenhut, Dr. Ir. Mahfudz, MP, menyebut Sumbar sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki regulasi spesifik, yakni Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perhutanan Sosial. Hal inilah yang mendasari dipilihnya Sumbar sebagai lokasi gerakan penanaman pohon serentak nasional.

Menurut Mahfudz, penanaman pohon di Lembah Anai adalah aksi konkret menghadapi “krisis planet”—perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Pohon diposisikan sebagai sentral kehidupan yang menjamin keberlanjutan pasokan air untuk lahan-lahan pertanian di hilir.

Kolaborasi Lintas Kawasan
Gerakan hijau ini tidak berhenti di Lembah Anai. Secara bersamaan, penanaman pohon juga digencarkan di Kawasan Wisata Kapalo Banda dan Hutan Nagari Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pemerintah mengajak sektor swasta dan komunitas untuk terlibat aktif mempercepat penanganan lahan kritis. Dengan pulihnya hutan, Sumbar optimis dapat menjaga stabilitas ekosistem yang menjadi syarat mutlak terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Trending di LINGKUNGAN