Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 16 Mar 2026 23:31 WIB ·

Legalitas Amil Zakat Desa Terhambat Minimnya Baitul Mal


					Legalitas Amil Zakat Desa Terhambat Minimnya Baitul Mal Perbesar

Subulussalam, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] Penyaluran zakat fitrah di Kota Subulussalam kini berada dalam bayang-bayang keraguan legalitas syariah. Hingga saat ini, diperkirakan hanya sekitar 20 dari 82 desa di lima kecamatan yang telah resmi membentuk Baitul Mal Gampong (BMG). Padahal, secara regulasi, BMG adalah satu-satunya lembaga sah yang memegang mandat sebagai amil zakat untuk menghimpun sekaligus mendistribusikan harta umat di tingkat desa.

Minimnya respon para kepala desa dalam membentuk BMG memicu kekhawatiran terkait status petugas zakat di masjid atau mushalla. Tanpa SK resmi dari kepala desa yang ditembuskan ke Baitul Mal Kota (BMK), pengurus masjid yang mengklaim diri sebagai amil zakat sebenarnya tidak memiliki kapasitas hukum untuk mengelola zakat fitrah warga.

Amil Zakat vs Panitia Masjid
Anggota BMK Subulussalam, Ustaz Maksum, menegaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara “panitia” dan “amil”. BMG dibentuk melalui SK Kepala Desa untuk memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan sesuai hukum syariah dan regulasi Aceh.

“Sampai saat ini hanya 20-an desa yang sudah membentuk BMG. Sepertinya kurang mendapat respon, padahal BMG inilah yang berhak menerima dan mendistribusikan zakat dalam kapasitasnya sebagai amil,” ujar Maksum.

Di lapangan, praktik penyerahan zakat fitrah masih didominasi oleh kebiasaan warga menyetor ke pengurus masjid. Kondisi ini menjadi titik kritis: jika penyaluran tidak dilakukan oleh amil yang sah, keabsahan distribusi zakat fitrah kepada mustahak (penerima) sesuai waktu dan sasaran menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat yang peduli syariat.

Respon Kepala Desa dan Tantangan Sosialisasi
Beberapa kepala desa, seperti di Kecamatan Penanggalan, mengaku masih dalam proses persiapan. Edison, Kepala Desa Jontor, menyatakan pihaknya akan segera duduk bersama untuk membentuk lembaga tersebut. Sementara itu, Desa Penuntungan menjadi salah satu role model karena telah menjalankan BMG sejak 2023 setelah mengikuti sosialisasi intensif.

Kepala BMK Subulussalam, Hamdani, terus mendorong percepatan ini agar seluruh aktivitas pengumpulan hingga pendistribusian zakat di desa lebih tertib dan akuntabel. Pembentukan BMG bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya memberdayakan ekonomi warga dan meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan hukum syariah yang berlaku di Bumi Serambi Mekkah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Lubuk Buaya Padang Kompak Merahkan Kampung Jelang HUT RI

26 Juli 2026 - 17:01 WIB

Warga Desa Gajah Swadaya Tambal Jalan Rusak Ponorogo

26 Juli 2026 - 14:30 WIB

Cara Desa Banjararum Turunkan Stunting Lewat Aplikasi e-HDW

25 Juli 2026 - 11:17 WIB

Rembuk Stunting Desa Banjararum Kecamatan Singosari membahas percepatan Zero Stunting dan penyusunan RKP Desa 2027 melalui pemanfaatan e-HDW.

Rebutan Kursi BPD Sidodadi Banyuwangi: Dusun Krajan Memanas!

24 Juli 2026 - 18:47 WIB

TMMD Hadirkan NIB Gratis, UMKM Kesongo Naik Kelas

24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kuota Perempuan Terjaga, Wajah Inklusif BPD Desa Purorejo

24 Juli 2026 - 13:34 WIB

Trending di DESA