Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 30 Mei 2023 22:25 WIB ·

Lawan Kelangkaan Pupuk, Petani Tepakyang Produksi Organik Mandiri


					Lawan Kelangkaan Pupuk, Petani Tepakyang Produksi Organik Mandiri Perbesar

Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Alih-alih terus mengeluh soal kelangkaan pupuk subsidi yang tak kunjung usai, para petani di Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, memilih jalan pintas yang cerdas: memproduksi pupuk sendiri. Langkah berani ini diambil sebagai upaya nyata menuju kedaulatan pangan desa tanpa bergantung pada pasokan kimia dari luar.

Sudiyo, Ketua Tim Produksi Pupuk Organik Granul (POG) Desa Tepakyang, menjelaskan bahwa mereka memanfaatkan “harta karun” yang selama ini terabaikan di lingkungan desa. Bahan baku seperti kotoran sapi (tlepong), pelepah pisang, jerami, arang sekam, hingga tanah merah diolah menjadi pupuk bermutu tinggi.

“Semua bahan baku masih kami ambil dari dalam desa. Kami mencampurnya dengan dolomit, kokopit, serta Pupuk Organik Cair (POC) buatan sendiri,” ungkap Sudiyo.

Proses Produksi dan Hasil Nyata
Dalam sehari, Sudiyo bersama 11 petani lainnya mampu memproses sekitar 10 meter kubik bahan organik untuk difermentasi. Setelah melewati masa fermentasi selama 21 hari, bahan tersebut diolah menjadi pupuk granul yang siap diaplikasikan ke lahan pertanian.

“Secara kalkulasi, 10 meter kubik bahan baku tersebut bisa menghasilkan sekitar 10 ton pupuk organik,” tambahnya. Uji coba pada berbagai jenis tanaman pun menunjukkan hasil yang memuaskan, membuktikan bahwa kualitas pupuk buatan lokal tidak kalah dengan produk pabrikan.

Misi Besar Kedaulatan Pangan Desa
Kepala Desa Tepakyang, Arbani, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari visi besar pemerintah desa untuk mencapai kedaulatan pangan. Ia bermimpi Desa Tepakyang tidak hanya mandiri dalam hal pupuk, tetapi juga mampu memproduksi benih sendiri.

“Kami ingin petani berdaulat. Masalah kelangkaan pupuk harus diselesaikan dari akarnya, yaitu dengan memproduksi kebutuhan tani secara mandiri,” tegas Arbani.

Meski saat ini produksi masih menggunakan alat sederhana—seperti mesin pengaduk semen (molen bangunan)—Arbani optimis kapasitas produksi akan terus meningkat jika didukung mesin khusus. Komitmen desa terhadap petani pun tidak main-main. Pada musim tanam mendatang, pemerintah desa berencana membagikan benih dan pupuk organik hasil produksi sendiri secara cuma-cuma kepada warga.

Langkah Desa Tepakyang ini menjadi tamparan sekaligus inspirasi bagi wilayah lain, bahwa solusi atas krisis pertanian sering kali berada tepat di bawah kaki kita sendiri, asal ada kemauan untuk berinovasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 105 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Trending di LINGKUNGAN