Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Dana Desa yang kini dinikmati ribuan desa di Indonesia tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari rahim perjuangan organik seorang “Kyai Desa” asal Banyumas. Dialah almarhum Kyai Abbas Muin, figur penggerak akar rumput yang meletakkan fondasi regulasi monumental bernama Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.
Meskipun perannya sangat vital dalam mengubah wajah pembangunan desa di Indonesia, sosoknya memilih tetap berada di balik layar. Menandai satu tahun wafatnya sang pemikir, para sahabat dan murid meluncurkan buku berjudul Kyai Abbas Muin: Manusia Desa Yang Tersembunyi di Sekretariat GATRA Desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas.

Ahmad Tohari, maestro sastra Indonesia sekaligus teman masa muda almarhum, membeberkan bagaimana Kyai Abbas bergerak secara senyap namun konsisten. Menurutnya, almarhum bukan sekadar ulama panggung, melainkan pejuang lapangan yang menghabiskan energinya untuk mengadvokasi reforma agraria dan merebut kembali hak-hak petani yang terpinggirkan.
“Beliau melakukan perjuangan organik untuk membela hak-hak petani dan desa,” kenang Ahmad Tohari dalam acara bedah buku tersebut.
Sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kultural, Abbas Muin dikenal melampaui zamannya. Pemikiran pembaharuan yang ia miliki mampu mengawinkan nilai-nilai pesantren dengan gerakan pemberdayaan modern. Kesaksian ini diperkuat oleh Ahmad Aziz, seorang pemikir pembaharuan yang aktif bersama almarhum di jalur pemberdayaan warga NU. Aziz menyebut Abbas Muin sebagai sosok kyai modern yang mampu menggerakkan masyarakat secara kultural demi kemandirian ekonomi desa.
Kini, setahun setelah kepergiannya, warisan pemikirannya berupa stimulus Dana Desa terus menjadi motor penggerak ekonomi di pelosok nusantara. Buku yang ditulis oleh kolaborasi sahabat, keluarga, hingga ribuan santrinya ini menjadi bukti autentik bahwa rekam jejak kebaikan sang pemikir agraria akan terus hidup, menjadi kompas bagi pembangunan desa masa depan.
Konten Kreator Desa


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.