Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 12 Agu 2023 00:52 WIB ·

Warisan Kyai Abbas Muin Tokoh UU Desa 2014


					Warisan Kyai Abbas Muin Tokoh UU Desa 2014 Perbesar

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Dana Desa yang kini dinikmati ribuan desa di Indonesia tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari rahim perjuangan organik seorang “Kyai Desa” asal Banyumas. Dialah almarhum Kyai Abbas Muin, figur penggerak akar rumput yang meletakkan fondasi regulasi monumental bernama Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.

Meskipun perannya sangat vital dalam mengubah wajah pembangunan desa di Indonesia, sosoknya memilih tetap berada di balik layar. Menandai satu tahun wafatnya sang pemikir, para sahabat dan murid meluncurkan buku berjudul Kyai Abbas Muin: Manusia Desa Yang Tersembunyi di Sekretariat GATRA Desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas.

Ahmad Tohari, maestro sastra Indonesia sekaligus teman masa muda almarhum, membeberkan bagaimana Kyai Abbas bergerak secara senyap namun konsisten. Menurutnya, almarhum bukan sekadar ulama panggung, melainkan pejuang lapangan yang menghabiskan energinya untuk mengadvokasi reforma agraria dan merebut kembali hak-hak petani yang terpinggirkan.

“Beliau melakukan perjuangan organik untuk membela hak-hak petani dan desa,” kenang Ahmad Tohari dalam acara bedah buku tersebut.

Sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kultural, Abbas Muin dikenal melampaui zamannya. Pemikiran pembaharuan yang ia miliki mampu mengawinkan nilai-nilai pesantren dengan gerakan pemberdayaan modern. Kesaksian ini diperkuat oleh Ahmad Aziz, seorang pemikir pembaharuan yang aktif bersama almarhum di jalur pemberdayaan warga NU. Aziz menyebut Abbas Muin sebagai sosok kyai modern yang mampu menggerakkan masyarakat secara kultural demi kemandirian ekonomi desa.

Kini, setahun setelah kepergiannya, warisan pemikirannya berupa stimulus Dana Desa terus menjadi motor penggerak ekonomi di pelosok nusantara. Buku yang ditulis oleh kolaborasi sahabat, keluarga, hingga ribuan santrinya ini menjadi bukti autentik bahwa rekam jejak kebaikan sang pemikir agraria akan terus hidup, menjadi kompas bagi pembangunan desa masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN