Kepulauan Selayar [DESA MERDEKA] – Bagi ratusan anak-anak di kepulauan terluar Kabupaten Kepulauan Selayar, Pramuka bukan sekadar peluit, dasi, atau baris-berbaris di bawah terik matahari. Pramuka adalah tentang ketangguhan. Sejak Selasa (11/8/2026), sebanyak 369 tunas muda dari berbagai pulau kecil berkumpul, mendirikan tenda, dan menantang keterbatasan geografis demi satu tujuan: menghidupkan kembali marwah kepanduan di tanah Pasimarannu.
Mereka memadati Bumi Perkemahan yang berlokasi tepat di sebelah utara UPT SMPN Bonerate No. 6. Selama empat hari penuh hingga Jumat (14/8/2026), wilayah ini bergemuruh oleh yel-yel, tawa, dan derap langkah kaki para peserta yang mengikuti Perkemahan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65 tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Pasimarannu.

Menembus Batas Kepulauan
Melaksanakan kegiatan mandiri berskala besar di wilayah kepulauan seperti Pasimarannu bukanlah perkara mudah. Tantangan logistik dan transportasi laut tidak menyurutkan semangat sekolah-sekolah setempat. Ketua Panitia Pelaksana, Kak Haeruddin, S.Ag., M.Pd., mencatat sejarah baru dengan mengumpulkan 26 regu gabungan dari berbagai tingkatan sekolah.
Pasukan ini terdiri dari 18 regu Pramuka Siaga yang lincah, 6 regu Penggalang yang penuh energi, dan 2 regu Penegak yang siap memimpin. Hebatnya lagi, para Kepala Sekolah dari tingkat dasar hingga SMAN 6 Selayar pasang badan langsung menjadi Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) untuk mengawal anak didiknya di lapangan.
Sinergi ini kian kokoh dengan hadirnya jajaran Forkopimca (TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan) yang mengamankan jalannya perkemahan dari awal hingga akhir.

Komitmen Swasembada dari Ujung Selatan
Mengusung tema membara, “Dari Selatan Selayar, Semangat Pramuka Terus Menyala!”, perkemahan ini tidak ingin sekadar menjadi acara seremonial bakar api unggun. Gelaran ini membawa misi besar nasional: “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Melalui tema ini, Kwarran Pasimarannu yang dipimpin oleh Kak H. Kamaluddin, S.Pd., ingin membuktikan bahwa anak-anak pulau tidak boleh kalah start. Di sinilah mental mereka ditempa untuk tidak hanya mahir menggunakan tali temali, tetapi juga peka terhadap ketahanan pangan, pengelolaan air, dan pelestarian alam di lingkungan kepulauan yang rentan.

Detik-Detik Puncak yang Emosional
Puncak emosional dari petualangan empat hari ini terjadi pada Jumat (14/8/2026) pagi. Tepat pukul 08.30 WITA, kabut tipis Bonerate menyertai langkah Camat Pasimarannu, Andi Ali Akbar, S.IP., M.Si, yang melangkah tegap menuju mimbar upacara sebagai Inspektur Upacara. Bagi sang Camat yang baru dilantik pada Juni lalu, ini adalah panggung pembuktian komitmennya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Pasimarannu.
Dalam amanatnya yang membakar semangat, Kak Andi Ali Akbar mengingatkan bahwa Tri Satya dan Dasa Darma bukanlah hafalan mati, melainkan senjata bagi generasi muda Pasimarannu untuk menaklukkan kerasnya perubahan zaman.
Saat peluit panjang tanda berakhirnya perkemahan ditiup, ada rasa lelah yang terbayar lunas. Dari tanah Bonerate, 369 anak pulau ini pulang membawa pesan kuat ke sekolah masing-masing: bahwa jarak dari pusat kota bukan alasan untuk berhenti bersinar. Dari ujung selatan Selayar, api pramuka itu kini menyala jauh lebih terang.

kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.