Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sebanyak 80 pelajar pilihan dari empat sekolah menengah atas di Kota Padang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Latihan Menulis Literasi tahun 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kreatif strategis bagi generasi muda agar mampu memproduksi konten tulisan yang berkualitas, kritis, dan adaptif di era digital.
Para peserta yang terlibat merupakan perwakilan dari SMA Negeri 1 Padang, SMA Negeri 5 Padang, SMA Negeri 7 Padang, dan SMA Negeri 11 Padang. Sepanjang pelatihan, mereka dibekali kecakapan dasar merangkai gagasan, berpikir logis, hingga menyusun karya tulis yang menarik.
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, yang hadir membuka kegiatan sekaligus menjadi pemateri menegaskan bahwa keterampilan menulis adalah investasi intelektual terbaik bagi masa depan siswa. Menurutnya, siswa yang literat bukan sekadar mereka yang banyak membaca, melainkan yang mampu mengolah informasi menjadi sebuah karya nyata.
“Literasi adalah modal penting untuk melahirkan generasi unggul yang luas ilmunya dan bermanfaat bagi masyarakat. Tantangan globalisasi ke depan makin berat, sehingga adik-adik mahasiswa dan pelajar harus melatih daya kritisnya lewat tulisan,” ujar Muhidi saat memberikan motivasi di Padang.
Untuk memastikan peningkatan kapasitas yang aplikatif, bimtek ini menghadirkan dua tokoh literasi terkemuka Sumatera Barat, yaitu budayawan Yusrizal KW dan jurnalis senior Eko Yance.
Dalam kelas intensif tersebut, Yusrizal KW membimbing para siswa tentang keberanian menuangkan keresahan sosial menjadi sebuah esai. Sementara itu, Eko Yance memperdalam materi dari sisi etika kepenulisan jurnalistik serta bagaimana memanfaatkan keterampilan menulis sebagai peluang ekonomi produktif di media sosial.
Di sela-sela pelatihan, Muhidi juga sempat membagikan kisah masa mudanya yang pernah berjuang sebagai kuli dan buruh pabrik karet demi membiayai sekolah. Kisah perjuangan tersebut ia bagikan murni sebagai pemantik semangat agar para siswa Gen-Z yang kini hidup di kelimpahan fasilitas teknologi tidak malas untuk mengasah kemampuan membaca dan menulis.
Melalui sinergi antara pelatihan teknik kepenulisan dan penguatan karakter ini, para pelajar diharapkan pulang ke sekolah masing-masing tidak hanya sebagai konsumen informasi, melainkan naik kelas menjadi produsen karya tulis yang mampu membawa dampak positif.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.