Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 1 Des 2025 11:37 WIB ·

Korban Bencana Sumbar Capai 129 Jiwa, Pemulihan Dipercepat


					Korban Bencana Sumbar Capai 129 Jiwa, Pemulihan Dipercepat Perbesar

Instruksi Presiden Prabowo, Pemerintah Kerahkan Sumber Daya Maksimal Tangani Bencana Sumbar

Jakarta [DESA MERDEKA] Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat (Sumbar) terus dipercepat, menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh instansi terkait untuk memberikan penanganan maksimal. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga telah dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak.

Dalam keterangan pers virtual pada Minggu (30/11/2025), Pratikno menyampaikan bahwa pengerahan sumber daya secara maksimal ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, melaporkan bahwa penanganan di Sumbar menunjukkan perkembangan signifikan dan dinilai lebih cepat memasuki fase pemulihan hanya dalam tiga hari setelah penanganan intensif dimulai.

Korban Jiwa Capai 129, Agam Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah
BNPB mencatat jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 129 orang, sementara 118 orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan 16 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling besar, di mana 87 korban meninggal dunia dan 76 orang masih dalam pencarian.

Secara keseluruhan, bencana ini melanda delapan kabupaten/kota, yakni Agam, Solok, Pesisir Selatan, Padang, Padang Panjang, Pariaman, Tanah Datar, dan Bukittinggi. Total jumlah pengungsi tercatat sebanyak 77.918 jiwa. Sebagian besar warga mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan sisa material, namun memilih kembali ke posko pengungsian pada malam hari. Di Kabupaten Padang Pariaman, sebagian besar pengungsi bahkan sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Sungai
Fokus penanganan utama saat ini adalah pemulihan kerusakan infrastruktur. BNPB mencatat beberapa jembatan putus, jalan amblas, serta terputusnya jalur transportasi nasional dan provinsi. Jalur nasional yang masih belum dapat dilalui antara lain berada di Kota Padang Panjang dan Sicincin.

Data dari Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Sumbar menunjukkan bahwa 131 personel dikerahkan khusus untuk menangani dampak banjir, galodo (banjir lahar dingin), sedimentasi sungai, serta kerusakan saluran irigasi. Penanganan difokuskan pada pemulihan fungsi aliran sungai dan distribusi air bersih bagi permukiman serta pertanian.

Berbagai bantuan telah disalurkan, termasuk sembako, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, selimut, dan tenda. Alat berat seperti excavator, mini excavator, dan long arm excavator dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.

“Sudah empat hari mereka berada di lapangan dan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana,” kata Suharyanto, menambahkan bahwa seluruh personel BNPB mendampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di titik terdampak. Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan meski Ex-Siklon Tropis Senyar yang memicu bencana telah menjauhi wilayah Indonesia.

BMKG Imbau Tetap Waspada di Puncak Musim Hujan
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, mengingatkan masyarakat bahwa wilayah Sumbar masih berada dalam puncak musim hujan hingga Desember. Dinamika atmosfer seperti IOD (Indian Ocean Dipole), suhu muka laut, dan konvergensi angin masih aktif menyuplai uap air, memicu pertumbuhan awan hujan dalam sepekan ke depan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan memperhatikan kondisi lingkungan. Sebanyak 16 kabupaten/kota diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk Agam, Padang, Pesisir Selatan, Tanah Datar, dan Solok.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT