Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 14 Mei 2025 08:41 WIB ·

Koperasi Desa Merah Putih: Asa Baru Kebumen Bersemi


					<em>Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, memberikan keterangan terkait perkembangan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kebumen. Pemerintah daerah optimis program nasional ini akan meningkatkan kemandirian ekonomi desa.</em> Perbesar

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, memberikan keterangan terkait perkembangan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kebumen. Pemerintah daerah optimis program nasional ini akan meningkatkan kemandirian ekonomi desa.

Kebumen [DESA MERDEKA] Gelombang optimisme menyelimuti Kabupaten Kebumen menyusul bergulirnya program nasional Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan antusiasme tinggi dalam merealisasikan program ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, mengungkapkan bahwa proses pembentukan koperasi di tingkat desa saat ini berjalan sesuai rencana. Sinergi antara Disperindagkop UKM dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) terjalin erat dalam melakukan sosialisasi program ke berbagai penjuru kecamatan.

“Progresnya positif, kita sudah melakukan sosialisasi di 20 kecamatan dari total 26 kecamatan yang ada di Kebumen. Kegiatan ini kita lakukan bersama dengan Dinas PMD,” jelas Haryono, Rabu (14/5/2025).

Lebih lanjut, Haryono menerangkan bahwa tahapan awal pembentukan Koperasi Merah Putih mengharuskan setiap desa menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Hingga saat ini, tercatat 46 desa/kelurahan di Kebumen telah melaksanakan Musdesus sebagai langkah awal.

“Sampai tanggal 9 Mei kemarin, sudah ada 46 desa yang menyelesaikan Musdesus. Setelah ini, desa-desa tersebut akan mempersiapkan berkas persyaratan yang dibutuhkan untuk diserahkan kepada kami,” imbuhnya.

Sorotan khusus tertuju pada Desa Kedungwaru, Kecamatan Ayah, yang menunjukkan respons tercepat dalam menindaklanjuti program ini. Haryono mengapresiasi kesigapan Desa Kedungwaru yang hampir 100 persen telah melengkapi persyaratan administrasi dan kini tinggal menunggu penerbitan akta notaris. “Desa Kedungwaru ini sangat responsif, semua persyaratan sudah lengkap dan tinggal menunggu akta notaris,” pujinya.

Pihaknya berharap agar desa-desa lain di Kebumen segera menyusul langkah positif ini dengan melaksanakan Musdesus dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. “Mari kita bersama-sama menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih ini demi kemajuan dan kemandirian desa di Kabupaten Kebumen,” ajak Haryono.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kabupaten Kebumen, Danang Dwi Hartanto, menyampaikan target bahwa seluruh desa di Kebumen diharapkan telah melaksanakan Musdesus paling lambat pada tanggal 25 Mei 2025. Hal ini dikarenakan program Koperasi Desa Merah Putih direncanakan akan diluncurkan secara nasional di Banyumas pada tanggal 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi.

“Kita memberikan batas waktu hingga 25 Mei agar seluruh desa sudah melaksanakan Musdesus. Rencananya, launching nasional oleh Bapak Presiden Prabowo akan dilaksanakan di Banyumas pada tanggal 12 Juli mendatang,” kata Danang.

Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui dinas terkait menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan secara penuh kepada seluruh desa dalam proses pendirian koperasi ini. Danang juga menekankan peran penting kepala desa/lurah dalam menyukseskan program nasional ini, di mana mereka akan menjabat sebagai Ketua Pengawas atau ex officio dalam struktur koperasi.

Mengenai aspek pendanaan, Danang menjelaskan bahwa modal awal koperasi akan berasal dari kontribusi seluruh anggota, baik melalui simpanan pokok maupun simpanan wajib. “Mengenai potensi suntikan dana dari pusat, saat ini kami belum menerima petunjuk teknisnya, namun ada kabar baik bahwa kemungkinan akan ada. Intinya, proses ini masih terus berjalan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM