Menu

Mode Gelap
Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak Akses Darurat dan Data Tunggal Kunci Penanganan Bencana Sumbar Dana Desa Tahap II Gagal Cair, Program Pembangunan Mangkrak 24 Desa Jember Masih Blank Spot, DPRD Desak Diskominfo Pengamanan Ketat Kawal Pencairan Dana Desa Tolikara Berjalan Lancar

RAGAM · 26 Jan 2025 12:20 WIB ·

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan


					<em>Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris dalam FGD di Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (25/1/2025). ANTARA/HO-UMRAH.</em> Perbesar

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris dalam FGD di Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (25/1/2025). ANTARA/HO-UMRAH.

Tanjungpinang [DESA MERDEKA] – Dalam upaya mempercepat pembangunan desa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu (25/1) di Tanjungpinang. Acara ini membahas pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Abdul Haris, menekankan bahwa desa merupakan poros utama dalam pembangunan nasional. “Dengan 53% penduduk miskin berada di desa, fokus pada pembangunan desa menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Haris juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi, seperti UMRAH, dalam mendukung pembangunan desa melalui riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. “Kolaborasi multipihak adalah kunci untuk mengatasi tantangan pembangunan desa,” tegasnya.

Senada dengan Haris, Rektor UMRAH, Profesor Agung Dhamar Syakti, menyatakan kesiapan kampusnya untuk berperan aktif dalam pengembangan desa. “UMRAH berkomitmen untuk menjadi penggerak inovasi dan solusi berbasis akademik bagi desa-desa di Kepri,” ujar Syakti.

Salah satu hasil penting dari FGD ini adalah kesepakatan untuk memperkuat digitalisasi layanan desa dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan. Pendekatan holistik yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan juga menjadi fokus utama.

“Konsep desa binaan berkelanjutan yang dibahas mencakup optimalisasi potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing desa,” jelas Syakti.

Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, diharapkan FGD ini dapat menghasilkan peta jalan strategis untuk pengembangan desa di Kepulauan Riau yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rumah Warga Gunungsindur Ambruk, Sudah Masuk Data Rutilahu

4 Desember 2025 - 17:39 WIB

Listrik Pulih 100 Persen, Sumbar Percepat Pemulihan Pascabencana

4 Desember 2025 - 10:21 WIB

Kasus HIV Selayar 2025 Meningkat, Pemerintah Diminta Bertindak

3 Desember 2025 - 22:08 WIB

LSM KANe Malut Resmi Diakui Pusat, Siap Jadi Mitra Pemerintah

3 Desember 2025 - 16:15 WIB

Bencana Ancam Harga, Sumbar Gelar Gerakan Pangan Murah

1 Desember 2025 - 22:00 WIB

Posyandu ILP Banaran Setiap Bulan Layani 180 Balita dan Lansia

1 Desember 2025 - 20:02 WIB

Trending di RAGAM