Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 26 Jan 2025 12:20 WIB ·

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan


					Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan Perbesar

Tanjungpinang [DESA MERDEKA] – Dalam upaya mempercepat pembangunan desa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu (25/1) di Tanjungpinang. Acara ini membahas pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Abdul Haris, menekankan bahwa desa merupakan poros utama dalam pembangunan nasional. “Dengan 53% penduduk miskin berada di desa, fokus pada pembangunan desa menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Haris juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi, seperti UMRAH, dalam mendukung pembangunan desa melalui riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. “Kolaborasi multipihak adalah kunci untuk mengatasi tantangan pembangunan desa,” tegasnya.

Senada dengan Haris, Rektor UMRAH, Profesor Agung Dhamar Syakti, menyatakan kesiapan kampusnya untuk berperan aktif dalam pengembangan desa. “UMRAH berkomitmen untuk menjadi penggerak inovasi dan solusi berbasis akademik bagi desa-desa di Kepri,” ujar Syakti.

Salah satu hasil penting dari FGD ini adalah kesepakatan untuk memperkuat digitalisasi layanan desa dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan. Pendekatan holistik yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan juga menjadi fokus utama.

“Konsep desa binaan berkelanjutan yang dibahas mencakup optimalisasi potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing desa,” jelas Syakti.

Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, diharapkan FGD ini dapat menghasilkan peta jalan strategis untuk pengembangan desa di Kepulauan Riau yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM