Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 11 Mar 2026 18:04 WIB ·

Khofifah Salurkan Bansos Rp13,2 Miliar di Jombang


					Khofifah Salurkan Bansos Rp13,2 Miliar di Jombang Perbesar

Jombang, Jawa Timur [Desa Merdeka] – Ramadhan tahun ini menjadi momentum transformasi ekonomi bagi masyarakat Jombang. Di bawah naungan Pendopo Kabupaten, Rabu (11/3/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program “Sapa Bansos” dengan total kucuran dana fantastis mencapai Rp13,237 miliar. Langkah ini menandai pergeseran strategi bantuan pemerintah, dari sekadar bantuan sosial pasif menjadi stimulus ekonomi desa yang agresif.

Bukan lagi sekadar rutinitas birokrasi, penyaluran ini merupakan upaya Pemprov Jatim untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan sektor inklusif. Khofifah menekankan bahwa perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan pemberian “kail” bagi kemandirian warga.

Memanusiakan Kelompok Rentan
Pilar utama dari alokasi dana sebesar Rp5,367 miliar melalui Dinsos Jatim menyasar perlindungan lapisan masyarakat terbawah secara presisi. Program ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang keberlangsungan hidup:

  • Lansia Tangguh: 1.221 jiwa tersentuh PKH Plus dengan total Rp2,442 miliar.
  • Akses Disabilitas: Dukungan ASPD sebesar Rp709,2 juta bagi 197 penerima manfaat.
  • Target Kemiskinan Ekstrem: Intervensi senilai Rp1,294 miliar untuk 863 kepala keluarga guna mengamankan kebutuhan dasar.

Injeksi Modal: Dari Bantuan Menjadi Kemandirian
Salah satu sudut pandang menarik dalam program ini adalah keterlibatan BUMD Jawa Timur dalam menyalurkan zakat produktif kepada 50 pelaku usaha mikro. Lewat Program KIP Jawara, perempuan tangguh dan pelaku usaha inklusif mendapatkan modal usaha ratusan juta rupiah untuk mengembangkan bisnis kecilnya di desa.

“Bantuan ini harus menjadi penguat bagi masyarakat untuk bangkit. Kita ingin bantuan sosial ini berubah menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Khofifah di tengah suasana syahdu Ramadhan.

Integrasi Infrastruktur dan Ketahanan Pangan
Desa di Jombang tidak hanya diperbaiki secara sosial, tapi juga secara fisik. Sinergi lintas dinas memastikan roda ekonomi lokal bergerak lebih cepat melalui perbaikan infrastruktur:

  • Sektor Pangan: Alokasi Rp2,508 miliar dialirkan ke 10 desa untuk memperkuat ketahanan pangan.
  • Konektivitas: Perbaikan akses jalan di 5 desa disokong anggaran Rp1,3 miliar, termasuk bantuan aspal untuk jalan kabupaten.
  • Ekonomi Digital Desa: Dukungan bagi BUMDes dan Program Desa Berdaya guna memastikan produk desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Penyaluran dana miliaran rupiah ini menjadi oase di tengah bulan suci, membawa pesan bahwa kesejahteraan sejati bermula dari pembangunan desa yang bertenaga dan inklusif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA