Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 1 Feb 2026 08:47 WIB ·

Ketua DPRD Sumbar Bidik Ekonomi Biru di Konservasi Penyu


					Ketua DPRD Sumbar Bidik Ekonomi Biru di Konservasi Penyu Perbesar

Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Wajah ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) kini tidak lagi hanya bersandar pada daratan. Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mulai mengalihkan radar kebijakannya ke arah laut lepas. Melalui kunjungan kerja ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1/2026), Muhidi menegaskan komitmennya untuk menyulap potensi kelautan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui sokongan anggaran legislatif.

Langkah ini menandai pergeseran fokus Muhidi yang sebelumnya dikenal vokal pada isu pendidikan dan kesehatan. Kini, sektor perikanan dan kelautan diposisikan sebagai prioritas strategis untuk memberdayakan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Padang, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai.

Transformasi Anggaran untuk Masyarakat Pesisir
Muhidi menyatakan siap mengawal pengalokasian anggaran DPRD guna mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor ini. “Sektor kelautan perlu dikelola secara optimal. Saya ingin usulan program kerja DPRD ke depan lebih diarahkan pada kegiatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis laut,” tegasnya.

Dukungan anggaran ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur dan kapasitas masyarakat dalam mengelola kekayaan bahari tanpa merusak ekosistem.

Wisata Bahari: Sport Fishing hingga Diving
Senada dengan visi tersebut, Kepala UPTD Konservasi dan Pengawasan SDKP Sumbar, Wandi Afrizal, memaparkan bahwa masa depan ekonomi pesisir terletak pada sinergi antara perlindungan alam dan pemanfaatan berkelanjutan. UPTD saat ini fokus pada pemantauan terumbu karang serta pendampingan kelompok pengawas masyarakat (POKWASMAS).

Menariknya, kolaborasi ini kini melibatkan kelompok “Powisri” untuk mengembangkan wisata bahari berbasis masyarakat. Fokus utamanya adalah mengelola aktivitas sport fishing, snorkeling, dan diving secara terstruktur.

“Sinergi ini bertujuan agar potensi laut tidak hanya dinikmati sesaat, tapi menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi warga melalui wisata bahari yang berkelanjutan,” jelas Wandi.

Dengan keterlibatan langsung DPRD Sumbar dalam penganggaran, sektor kelautan Sumbar diprediksi akan bertransformasi dari sekadar sumber pangan menjadi industri pariwisata dan perikanan yang tangguh di tingkat nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA