Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS Β· 3 Agu 2025 04:55 WIB Β·

Kerajinan Bumerang dari Semarang Tembus Pasar Australia


					Kerajinan Bumerang dari Semarang Tembus Pasar Australia Perbesar

Semarang, Jawa tengah [DESA MERDEKA] Di sebuah dusun di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, semangat kewirausahaan dan kreativitas tidak pernah padam. Sejak tahun 2005, wilayah ini dikenal sebagai pusat produksi kerajinan tangan ikonik suku Aborigin, Australia, seperti bumerang dan didgeridoo. Kisah ini berawal dari visi sepasang suami istri yang berhasil membangun bisnis ekspor, bahkan setelah terhantam kerasnya pandemi.

Pemilik usaha, Java Griya Craft, bercerita bahwa perjalanan mereka dimulai dari nol. Suami yang berprofesi sebagai teknisi mesin dan istri yang awalnya bercita-cita menjadi pramugari, secara tak sengaja menemukan peluang bisnis dari sebuah koran. Berbekal pesanan dari Australia, mereka nekad mencari pengrajin bumerang di Kasongan, Yogyakarta, meskipun mereka sendiri belum memiliki keahlian membuatnya.

“Awalnya kami hanya sebagai broker, memesan ke pengrajin lain dan mengambil margin,” ujar sang istri. Namun, setelah dua kali pengiriman, mereka memutuskan untuk memproduksi sendiri. Pengalaman pahit pun sempat mereka rasakan ketika pengiriman pertama satu kontainer berisi bumerang rusak semua karena proses pengeringan kayu yang tidak sempurna. Namun, kepercayaan dari pembeli di Australia yang tetap setia menjadi modal penting untuk bangkit.

“Ini kesalahan saya. Kalau kamu masih percaya, akan saya ganti di kontainer berikutnya,” kenang sang pemilik menirukan ucapan suaminya. Pembeli itu setuju, bahkan bersedia dipotong 20% dari setiap pengiriman berikutnya hingga kerugian tertutupi. Ini menjadi bukti bahwa kejujuran dan integritas adalah fondasi bisnis yang tak lekang oleh waktu.

Untuk memulai produksi, mereka tidak segan mendatangkan 10 orang tenaga ahli dari Bandung, pusat kerajinan di Jawa Barat, untuk melatih 30-an warga sekitar di Pakis. Mereka berhasil menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat lokal. Puncak kejayaan mereka terjadi di pabrik sebelumnya di Pakis, dengan mempekerjakan hingga 200 karyawan.

Sayangnya, kejayaan itu sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Selama hampir dua tahun, pesanan dari luar negeri terhenti total karena penutupan destinasi wisata. “Kami sempat mencoba bertahan enam bulan dengan mengurangi gaji karyawan karena tidak tega merumahkan mereka yang sudah bekerja puluhan tahun,” ungkapnya.

Kini, Java Griya Craft mulai bangkit kembali dari masa sulit. Meskipun belum sebanyak dulu, beberapa pembeli setia, termasuk pembeli pertama mereka dari Australia, kembali memesan. Ini menjadi harapan baru bagi mereka untuk kembali mempekerjakan karyawan lama dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Harapannya, pemerintah daerah dapat turut mendukung dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan lokal sebagai ajang promosi, atau menjadikan lokasi produksi sebagai destinasi kunjungan edukasi.

“Kami berharap bisa mendapatkan pembeli-pembeli baru lagi dan bisa kembali mempekerjakan warga sekitar,” pungkasnya penuh harap.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di EKBIS