Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 25 Jan 2024 19:58 WIB ·

Kampung Zakat Biringere: Strategi Bantaeng Putus Rantai Kemiskinan 3T


					Kampung Zakat Biringere: Strategi Bantaeng Putus Rantai Kemiskinan 3T Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bantaeng tidak lagi sekadar menyalurkan amplop bantuan, melainkan sedang membangun fondasi kemandirian ekonomi di wilayah pelosok. Dusun Biringere di Desa Pattaneteang kini resmi menjadi “Pilot Project” Kampung Zakat, sebuah inisiatif pengentasan kemiskinan berbasis daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Langkah nyata diawali dengan penyaluran zakat uang tunai sebesar Rp350.000 per orang kepada 33 mustahik (penerima zakat) di Masjid Babul Jannah, Kamis (22/1/2026). Komisioner Baznas Bantaeng, H. Kasir Madong, menegaskan bahwa dana tersebut merupakan amanah kolektif dari para muzakki, mayoritas adalah ASN dan guru di Bantaeng, yang dikelola untuk mengembalikan hak warga yang membutuhkan.

Jemput Bola hingga ke Perkebunan

Pendekatan yang dilakukan Baznas kali ini terbilang unik. Tim tidak hanya menunggu di masjid, tetapi melakukan aksi “jemput bola” dengan mendatangi langsung rumah dan lahan perkebunan warga yang berhalangan hadir karena sakit atau kesibukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan amanah sampai ke tangan yang tepat tanpa hambatan birokrasi.

Sekretaris Desa Pattaneteang, Sulhati, bersama pendamping profesional lainnya mencatat bahwa bantuan ini hadir di saat yang krusial. Saat ini, pendapatan warga lokal yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani musiman sedang menurun drastis.

Melawan Kekufuran dengan Kemandirian Ekonomi

Pendamping Lokal Desa (PLD), Hasan Habibu, memberikan perspektif mendalam mengenai urgensi program ini. Mengutip pesan religius, ia memperingatkan bahwa kemiskinan yang ekstrem berisiko mendekatkan seseorang pada kekufuran. “Selama tujuh tahun mendampingi desa, saya melihat edukasi adalah kunci. Kampung Zakat ini bukan hanya soal memberi uang, tapi soal peningkatan kapasitas agar masyarakat bisa mandiri,” ujar Hasan.

Ke depan, Kampung Zakat Biringere akan mengoptimalkan dana zakat untuk membangun kelompok usaha bersama dan UMKM berbasis masyarakat. Tujuannya jelas: mengubah roda perekonomian desa agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan mampu mencapai taraf hidup sejahtera secara berkelanjutan. Sinergi antara Baznas, Kementerian Agama, dan jajaran pendamping desa ini diharapkan menjadi model nasional dalam mengelola zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar bantuan konsumtif.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD