Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 18 Jan 2026 09:38 WIB ·

Jembatan Silaing Dikebut demi Tradisi Mudik Lebaran Masyarakat Sumbar


					Jembatan Silaing Dikebut demi Tradisi Mudik Lebaran Masyarakat Sumbar Perbesar

Padang Panjang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Harapan masyarakat Sumatera Barat untuk menikmati perjalanan mudik yang lancar mulai menemui titik terang. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung progres perbaikan jembatan kembar di ruas jalan nasional Padang–Bukittinggi, Kelurahan Silaing Bawah, Sabtu (17/1/2026). Peninjauan ini mengusung misi sosial yang krusial: memastikan nadi transportasi utama ini pulih total sebelum tradisi mudik Lebaran tahun ini dimulai.

Ruas Silaing Bawah bukan sekadar aspal dan beton; ia adalah jalur jantung yang menghubungkan simpul ekonomi dan kekeluargaan di Ranah Minang. Kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu sempat memutus ritme sosial masyarakat. Kini, perbaikan yang dilakukan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar menjadi pertaruhan penting untuk mengembalikan mobilitas warga.

Teknologi dan Kerja Keras di Jalur Legendaris
Gubernur Mahyeldi menyatakan rasa optimisnya setelah melihat ketersediaan peralatan pendukung yang kini lebih lengkap di lapangan. Secara teknis, pemulihan jembatan ini merupakan tantangan besar yang memerlukan ketelitian tingkat tinggi.

“Laporan dari BPJN menyebutkan bahwa perbaikan ini membutuhkan pemasangan sekitar 726 tiang penyangga. Ini bukan pekerjaan sederhana dan menuntut dukungan alat berat dalam jumlah besar. Saat ini, sedang diupayakan penambahan delapan unit alat berat tambahan untuk mempercepat pengerjaan,” ujar Mahyeldi di sela-sela peninjauannya.

Jalur Silaing dikenal memiliki topografi yang menantang dengan aliran sungai di bawahnya. Selain jembatan, fokus perbaikan juga mencakup normalisasi sungai di kawasan Mega Mendung untuk mencegah risiko bencana serupa di masa depan. Upaya ini dilakukan agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tangguh secara permanen.

Memulihkan Ekonomi dan Ikatan Silaturahmi
Secara budaya, kelancaran jalur Padang–Bukittinggi sangat dinantikan, terutama menjelang momentum Lebaran yang identik dengan kepulangan perantau. Jika jembatan ini gagal difungsikan tepat waktu, dampak sosialnya akan terasa pada terhambatnya distribusi pangan dan tersendatnya arus silaturahmi yang merupakan identitas kuat masyarakat Minang.

Mahyeldi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran proyek ini. “Target kita adalah jembatan ini sudah berfungsi normal sebelum libur Lebaran. Ini adalah harapan kita bersama agar akses orang dan barang kembali aman dan lancar,” pungkasnya.

Dengan percepatan ini, pemerintah berharap wajah Silaing Bawah kembali ramah bagi para pelintas, mengakhiri masa sulit aksesibilitas yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Trending di PEMDA