Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 23 Jun 2025 20:31 WIB ·

Jembatan Kurambik Agam: Penopang Ekonomi dan Wisata


					Jembatan Kurambik Agam: Penopang Ekonomi dan Wisata Perbesar

Agam [DESA MERDEKA] Kehadiran Jembatan Kurambik di Nagari Koto Gadang Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, membawa dampak positif bagi masyarakat. Jembatan yang menghubungkan Jalan Provinsi Manggopoh–Padang Lua ini, telah rampung dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan kini dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga.

Walinagari Koto Gadang Maninjau, Amrizal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Sumbar atas pembangunan jembatan ini. Ia menjelaskan bahwa kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan, bahkan sempat menyebabkan kecelakaan fatal pada tahun 2023. “Saya langsung mengusulkan kepada Pak Gubernur Mahyeldi agar jembatan ini segera dibangun, karena memang sudah sangat membahayakan,” ujar Amrizal, Senin (23/6/2025).

Jembatan Kurambik yang dibangun dengan tipe box culvert ini memiliki panjang 6 meter dan lebar 7 meter, menelan anggaran Rp2,1 miliar dari APBD 2023. Keberadaannya sangat penting untuk kelancaran arus kendaraan dari berbagai arah, seperti Pasaman, Lubuk Basung, dan Bukittinggi.

Tidak hanya memperlancar lalu lintas, jembatan ini juga menjadi urat nadi bagi sektor pertanian. “Jembatan ini bukan cuma buat kelancaran lalu lintas, tapi juga sangat membantu petani kami. Banyak sawah di sekitar sini yang hasil panennya dibawa lewat jalur ini,” tambah Amrizal. Selain itu, Amrizal juga optimis jembatan ini dapat mendorong sektor pariwisata daerah. Ia berharap akses jalan menuju jembatan dapat diperkuat dengan pengecoran. “Pemandangan sawah dan Danau Maninjau dari jembatan ini indah sekali. Kalau aksesnya lancar, wisata juga bisa berkembang,” harapnya.

Rian Fernando, salah seorang warga Koto Gadang Maninjau, membenarkan manfaat besar Jembatan Kurambik. Ia mengungkapkan bahwa jembatan darurat yang digunakan sebelumnya kerap memicu kecelakaan, terutama bagi petani dan pengendara motor. “Dulu sering banget terjadi kecelakaan. Ada guru yang jatuh, mobil dari Pasaman yang mau ke Bukittinggi juga pernah kecelakaan di sini. Sekarang, alhamdulillah, semua jadi lebih aman dan lancar,” tutur Rian.

Kini, Jembatan Kurambik bahkan menjadi tempat favorit warga untuk bersantai sore sambil menikmati pemandangan. “Kalau dari semua jembatan yang ada di sini, yang ini paling bagus. Kami berharap pemerintah bisa bangun jembatan lain seperti ini juga di Tanjung Raya,” pungkas Rian penuh harap.

Pembangunan Jembatan Kurambik merupakan bagian dari inisiatif Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Mahyeldi dan Vasko, yang berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Jembatan ini, bersama lima infrastruktur strategis lainnya, seperti Jembatan Rumah Sakit Unand (Kota Padang) dan Jembatan Batang Namang (Kabupaten Limapuluh Kota), telah diresmikan Mahyeldi pada Selasa (17/6) lalu. Ini adalah implementasi dari Program Unggulan (Progul) keempat “Gerak Cepat Sumbar Kuat”, yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur penting berdasarkan kebutuhan daerah. Masyarakat Koto Gadang Maninjau berharap perhatian Pemprov Sumbar terus berlanjut pada pembangunan infrastruktur lain di wilayah mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM