Bojonegoro [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kaum perempuan di berbagai daerah. Salah satu langkah nyatanya adalah melalui program unggulan Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa). Program ini memberikan bantuan modal usaha yang berharga bagi kelompok perempuan produktif.
Pada hari Kamis (8/8/2024), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, menyerahkan secara langsung bantuan Jatim Puspa kepada 71 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di dua desa di Kabupaten Bojonegoro. Kedua desa tersebut adalah Desa Kendung dan Desa Siwalan.
Dalam keterangannya, Budi Sarwoto menyampaikan bahwa program Jatim Puspa memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar memberikan bantuan finansial. “Program ini memberdayakan perempuan, meningkatkan perekonomian di tingkat desa, dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan berupa barang-barang produktif dengan nilai Rp2.500.000 untuk setiap KPM. Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal yang signifikan bagi para penerima. Dengan modal ini, mereka dapat memulai usaha baru atau mengembangkan usaha yang sudah berjalan. Alhasil, pendapatan keluarga penerima manfaat berpotensi meningkat, dan secara langsung memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan.
“Kami sangat berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima,” imbuh Budi Sarwoto. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan ini untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.
Program Jatim Puspa tahun 2024 sendiri memiliki jangkauan yang cukup luas. Sebanyak 3.713 KPM di 87 desa yang tersebar di 29 kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi sasaran program ini. Meskipun fokus utama program tertuju pada 15 kabupaten yang termasuk kategori kantong kemiskinan, daerah lain di luar kategori tersebut juga turut mendapatkan manfaat.
“Program ini adalah salah satu wujud nyata upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi,” jelas Budi Sarwoto. Ia menambahkan, “Dengan memberdayakan perempuan, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa.”
Melalui implementasi program Jatim Puspa, pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat menumbuhkan wirausaha-wirausaha perempuan baru yang tangguh dan mandiri. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong munculnya produk-produk unggulan desa yang memiliki daya saing tinggi di pasar yang lebih luas.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.