Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 24 Sep 2025 08:32 WIB ·

Jamu Milenial: Desa Ciptakan Wisata Edukasi Kreatif


					Jamu Milenial: Desa Ciptakan Wisata Edukasi Kreatif Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Inovasi berbasis komunitas di Dusun Toyogiri Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan tanpa biaya besar. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal, sebuah inisiatif unik berhasil mengangkat potensi UMKM jamu, mengubahnya menjadi destinasi wisata edukasi. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendidikan bagi anak-anak serta remaja untuk kembali mencintai rempah-rempah asli Indonesia.

Inisiatif ini lahir dari produk UMKM lokal bernama AIG Bunda Nisa, yang diusung oleh pemiliknya, Susmulyati. Produk-produk jamu instan seperti jahe, kunyit, dan temulawak dari usaha ini sudah dikenal luas, tidak hanya di desa asalnya, tetapi juga di Kabupaten Semarang. Namun, inovasi tidak berhenti di situ. UMKM ini kemudian bertransformasi menjadi “rumah kreasi” yang bertujuan mengenalkan rempah-rempah melalui edukasi dan storytelling interaktif.

Pendekatan edukatif ini dikemas secara menarik, menampilkan konsep “mbok jamu” yang berpenampilan milenial. Ia mengajak anak-anak, termasuk mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata), untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan jamu. Mereka diajak untuk mengenal tanaman rempah, mencuci kunyit, memeras lemon, dan mengolahnya menjadi minuman sehat. Proses ini bahkan dilengkapi dengan alat modern seperti mesin fresh cooler, sehingga jamu menjadi produk yang familiar dan disukai oleh anak-anak.

Menurut pihak penyelenggara, program ini bertujuan agar anak-anak kembali mengenal, mengolah, dan mencintai tanaman rempah. Inisiatif ini juga mengaplikasikan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang selama ini banyak dibudidayakan ibu-ibu di pedesaan, menjadi minuman yang menarik bagi generasi muda.

Kolaborasi ini menjadi kunci utama. Mahasiswa KKN terlibat sebagai pendamping, membantu anak-anak dalam setiap tahapan pengolahan jamu. Sinergi antara akademisi (mahasiswa KKN), siswa-siswi lokal, dan pemerintah desa ini menjadi model efektif dalam mengangkat potensi desa. Dampaknya luar biasa, tidak hanya menjadi edukasi, tetapi juga memicu semangat wirausaha pada anak-anak.

Inisiatif seperti ini juga memberikan nilai tambah bagi desa. Selain meningkatkan daya saing UMKM, program ini memberikan “stempel” positif bahwa desa tersebut aktif dan inovatif. Potensi-potensi lain di desa, seperti peternakan, perikanan, atau pertanian, juga dapat diangkat dengan model serupa. Dengan demikian, desa dapat memetakan keunikan lokalnya dan mengemasnya menjadi paket wisata yang terintegrasi.

Dengan pendekatan ini, desa tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membuat sesuatu yang baru, melainkan cukup dengan mengoptimalkan potensi yang sudah ada. Hal ini menghindari kegagalan program akibat ketidaksiapan SDM atau manajemen, dan membuka jalan bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk menjual keunikan dan keanekaragaman mereka sebagai daya tarik utama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Trending di RAGAM