Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan progres pemulihan lahan pertanian terdampak bencana paling signifikan di Pulau Sumatera. Dari target rehabilitasi seluas 3.902 hektare sawah berstatus rusak ringan dan sedang, sebanyak 98 persen sudah masuk tahap kontrak kerja, dengan 50,8 persen di antaranya telah rampung dikerjakan.
Capaian ini mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena jauh melampaui kinerja provinsi terdampak lainnya. Sebagai perbandingan, realisasi fisik di Aceh baru menyentuh 0,6 persen dan Sumatera Utara sebesar 5 persen, sementara rata-rata nasional masih tertahan di angka 6 persen.
Target Rampung Sebelum Musim Kemarau
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya kecepatan pengerjaan mengingat Agustus mendatang diprediksi memasuki musim kemarau. Satgas Rehabilitasi menargetkan seluruh proses selesai paling lambat akhir Juli. Meski Sumbar unggul, Tomsi menyoroti Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Pariaman yang progresnya sempat tertahan.
Merespons instruksi tersebut, perwakilan dari kedua daerah tersebut menyatakan komitmen untuk mengebut pengerjaan. Mereka menargetkan seluruh rehabilitasi lahan di wilayahnya selesai lebih awal, yakni pada akhir Mei 2026, agar petani bisa segera kembali mengolah lahan mereka.
Pengawasan Ketat Demi Akuntabilitas Desa
Keberhasilan percepatan di Sumbar tidak lepas dari pola koordinasi yang melibatkan unsur pengawasan berlapis. Inspektur Daerah Sumbar, Andri Yulika, menegaskan bahwa selain koordinasi kabupaten/kota, dukungan dari Inspektorat, TNI, dan Polri dioptimalkan untuk memastikan pengerjaan tepat waktu dan bebas penyimpangan.
Secara keseluruhan di Sumatera, terdapat sekitar 94.000 hektare sawah yang rusak akibat bencana, dengan target rehabilitasi prioritas seluas 42.000 hektare. Hingga kini, baru sekitar 1.700 hektare lahan yang benar-benar telah diolah kembali oleh petani. Progres Sumbar diharapkan menjadi lokomotif bagi daerah lain untuk segera mengembalikan fungsi lahan pangan desa sebelum kendala cuaca tiba.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.