Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 21 Agu 2025 22:06 WIB ·

Inovasi Hijau Mahasiswa IPB di Desa Paningkiran: Pupuk Bokashi dari Sampah Organik


					Inovasi Hijau Mahasiswa IPB di Desa Paningkiran: Pupuk Bokashi dari Sampah Organik Perbesar

Majalengka, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Sampah organik di Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, kini tidak lagi menjadi masalah. Berkat inovasi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi IPB University, limbah sehari-hari tersebut diubah menjadi pupuk organik yang bermanfaat besar bagi ketahanan pangan. Melalui penyuluhan dan demonstrasi, para mahasiswa memperkenalkan metode Bokashi, sebuah teknik fermentasi ramah lingkungan yang praktis dan ekonomis.

Pupuk Bokashi terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa, seperti sampah dapur, dedaunan, hingga kotoran ternak. Bahan-bahan ini difermentasi menggunakan mikroba pengurai untuk menghasilkan pupuk yang kaya nutrisi. Penggunaannya mampu meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian, sekaligus menjadi solusi nyata untuk mengurangi tumpukan sampah.

Koordinator Desa KKN-T Literasi IPB University, Azka Alif Rizky, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat desa. “Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik bisa menjadi peluang. Dengan metode Bokashi, warga bisa mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai, dan pada akhirnya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya mahal,” ujar Azka.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Blok 3 Desa Paningkiran, para mahasiswa tidak hanya sekadar memberikan teori. Mereka mengajak warga untuk langsung mempraktikkan cara pembuatan pupuk Bokashi. Bahan-bahan yang sudah disiapkan dicampur dengan aktivator mikroba, lalu difermentasi. Antusiasme warga terlihat tinggi, mereka penasaran dengan prosesnya dan manfaat jangka panjang dari penggunaan pupuk organik ini.

Lebih dari sekadar solusi pengelolaan sampah, program ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan warga tentang pentingnya menjaga lingkungan. Melalui langkah sederhana ini, Desa Paningkiran perlahan bergerak menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri. Inisiatif mahasiswa KKN-T IPB University ini membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak positif yang signifikan, mengubah sampah menjadi sumber daya yang berkelanjutan untuk masa depan desa yang lebih hijau.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 81 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Trending di LINGKUNGAN