Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 17 Okt 2025 12:58 WIB ·

Inkonsistensi RS Hastein Karawang Picu Kecurigaan Malpraktik Medis


					Inkonsistensi RS Hastein Karawang Picu Kecurigaan Malpraktik Medis Perbesar

Kabupaten Karawang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Kasus kematian Ny. Mursiiti (62), warga Desa Sumberurip, kini menyeret RS Hastein Karawang ke dalam pusaran kontroversi. Aroma malpraktik medis semakin menguat setelah ditemukan perbedaan pernyataan mencolok dari pihak manajemen rumah sakit terkait prosedur edukasi pasien sebelum dan sesudah operasi.

Awalnya, pada Selasa (13/10/2025), perwakilan rumah sakit mengakui di hadapan keluarga korban bahwa mereka tidak memberikan edukasi medis sebelum tindakan dilakukan. Namun, pengakuan tersebut berubah drastis saat pihak rumah sakit berhadapan dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang. Mereka justru mengklaim telah memberikan penjelasan sesuai prosedur, sebuah perubahan sikap yang memicu mosi tidak percaya dari publik.

DPRD Desak Bukti Video Edukasi
Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, H. Asep Syaripudin (Asep Ibe), melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (16/10/2025) untuk mengonfirmasi kebenaran klaim rumah sakit. Legislator mendesak RS Hastein menunjukkan bukti otentik, termasuk dokumentasi video pemberian edukasi kepada keluarga.

“Kami tanya, apakah ada dokumentasi video saat edukasi? Pasien pascaoperasi berada dalam masa penyembuhan yang sangat sensitif,” tegas Asep Ibe. Tuntutan ini muncul karena penjelasan medis yang detail merupakan kewajiban mutlak rumah sakit, terutama bagi pasien risiko tinggi, guna menghindari komplikasi fatal di rumah.

Dugaan Upaya Menutupi Fakta Medis
Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, menilai sikap RS Hastein yang berubah-ubah sebagai indikasi kuat adanya upaya menutupi fakta. AKPERSI telah melayangkan surat resmi menanyakan poin-poin krusial, termasuk kondisi luka pascaoperasi dan dugaan adanya benda asing (kain kasa) yang tertinggal.

“Kalau memang tidak ada edukasi, itu pelanggaran etik. Jika mereka berdalih sudah dilakukan, mana bukti otentiknya?” ujar Ahmad. Penolakan atau kegagalan menunjukkan bukti dokumentasi akan memperkuat dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kode etik profesi dokter.

Tragedi yang menimpa warga Desa Sumberurip ini kini menjadi ujian bagi integritas layanan kesehatan di Karawang. Hilangnya nyawa Ny. Mursiiti menuntut transparansi total, agar kepercayaan masyarakat desa terhadap fasilitas kesehatan rujukan tidak runtuh akibat ketidakjujuran birokrasi medis.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Trending di KESEHATAN