TTS [DESA MERDEKA] – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMA TTS) Kefamenanu, Oskar Oryanto Fallo, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) TTS untuk mengambil tindakan serius dalam menangani banjir yang terus melanda Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS. Desakan ini muncul sebagai respons atas kondisi banjir yang sering terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Oskar Oryanto Fallo menyampaikan aspirasinya pada 5 Mei 2025, di kediamannya, sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang melanda Desa Bena. Menurutnya, banjir di desa tersebut bukan fenomena baru. Banjir ini berulang setiap musim hujan dan mengganggu aktivitas warga yang melintasi jalur tersebut.
“Banjir yang melanda Desa Bena ini bukan hal yang baru bagi kita,” ujar Oskar Oryanto Fallo. “Oleh karena itu, Pemda seharusnya mencari solusi yang solutif dalam penanganan banjir tersebut.”
Banjir ini mengancam puluhan hektar sawah di Bena, sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen dan meresahkan para petani. “Puluhan hektar sawah di Bena terendam banjir dan kemungkinan besar 50% petani akan mengalami gagal panen,” lanjutnya. “Oleh karena itu, kami dari IKMA TTS Kefamenanu mendesak Pemda untuk berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera menurunkan personelnya untuk melihat langsung kondisi sawah yang terendam banjir.”
Selain itu, IKMA TTS Kefamenanu juga berharap Pemda segera melakukan normalisasi embung sawah di Bena. “Pemda juga harus segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera melakukan normalisasi embung,” tegas Oskar Oryanto Fallo. “Tujuannya adalah meningkatkan daya tampung air agar tidak meluap saat musim hujan.”
Dengan demikian, IKMA TTS Kefamenanu berharap Pemda TTS segera bertindak untuk mengatasi masalah banjir ini. Penanganan yang serius dan komprehensif diharapkan dapat mengurangi dampak buruk banjir terhadap masyarakat dan sektor pertanian di Desa Bena.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.