Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 15 Okt 2021 16:33 WIB ·

Haru! Lansia Sebatang Kara di Batang Akhirnya Dapat Tempat Layak


					<em>Kondisi Mbah Ngasni, lansia sebatang kara asal Kabupaten Pati, di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Margo Mukti Rembang, Jumat (15/10/2021). </em> Perbesar

Kondisi Mbah Ngasni, lansia sebatang kara asal Kabupaten Pati, di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Margo Mukti Rembang, Jumat (15/10/2021).

Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kabar mengharukan datang dari Batang. Nasib Mbah Ngasni (80), seorang warga lanjut usia (lansia) di Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Batang, akhirnya menemui titik terang. Setelah hidup sebatang kara dan berjuang melawan stroke, Mbah Ngasni kini telah dipindahkan ke Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Margo Mukti di Rembang.

Keputusan penting ini diambil setelah melalui musyawarah yang melibatkan Pemerintah Desa Kedalon, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Mereka sepakat bahwa memindahkan Mbah Ngasni ke panti jompo merupakan solusi terbaik. Di sana, beliau akan mendapatkan perawatan yang lebih baik serta kehidupan yang lebih layak.

“Alhamdulillah, setelah berbagai pertimbangan matang, kami akhirnya memutuskan untuk memindahkan Mbah Ngasni ke panti jompo,” ungkap Kepala Desa Kedalon, Hartatik, pada Jumat (15/10/2021). Ia menambahkan, langkah ini diharapkan dapat memberikan kehidupan yang lebih terawat bagi Mbah Ngasni.

Sebelumnya, Mbah Ngasni harus menjalani hidup yang sulit. Setelah kepergian sang suami, ia berjuang seorang diri. Kondisi kesehatannya yang terus menurun akibat stroke semakin memperberat kehidupannya. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Ngasni terpaksa menjual satu per satu harta bendanya.

“Rumah dan tanah yang ditinggali Mbah Ngasni sebenarnya sudah terjual,” lanjut Hartatik. “Namun, pembeli memiliki hati yang mulia dan mengizinkan beliau tetap tinggal di sana hingga akhir hayatnya.”

Anggota DPR RI asal Desa Kedalon, Firman Soebagyo, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Mbah Ngasni. Ia berharap agar warga dan Pemerintah Desa Kedalon tetap memberikan perhatian kepada kesejahteraan Mbah Ngasni selama beliau berada di panti jompo.

“Saya berharap Mbah Ngasni dapat menjalani hidup dengan nyaman dan tenang di panti jompo,” ujar Firman. “Jika suatu saat nanti beliau berpulang, saya memohon agar jenazahnya dapat dipulangkan ke desa asal untuk dimakamkan di tanah leluhurnya.”

Kisah Mbah Ngasni menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Perhatian terhadap lansia, terutama mereka yang hidup sendiri, sangatlah penting. Kasus serupa mungkin saja terjadi di berbagai desa atau daerah lain. Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama untuk mencegah dan mengatasi masalah serupa di masa yang akan datang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 200 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Simalakama di Kaki Bromo: Saat Penegak Adat Dibui Hukum Negara

8 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Ironi Desa Budaya Bantul Antara Pelestarian Dan Birokrasi

7 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Trending di SOSBUD