Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 25 Jan 2026 20:55 WIB ·

Hari Gizi Sumbar: Pangan Lokal Jadi Senjata Indonesia Emas


					Hari Gizi Sumbar: Pangan Lokal Jadi Senjata Indonesia Emas Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Menyongsong visi Indonesia Emas 2045 tidak lagi sekadar urusan teknologi, melainkan apa yang tersaji di atas piring masyarakat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kedaulatan gizi berbasis pangan lokal adalah kunci utama mencetak generasi yang sehat dan cerdas. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 di halaman Kantor Gubernur, Minggu (25/1/2026).

Mahyeldi menyoroti kontradiksi kesehatan saat ini: di satu sisi angka stunting masih menjadi tantangan, namun di sisi lain kasus obesitas justru meningkat. Keduanya berakar pada satu masalah yang sama, yaitu minimnya pemahaman masyarakat mengenai pola makan sehat.

“Kualitas gizi yang baik berdampak langsung pada produktivitas. HGN ke-66 ini harus menjadi momentum agar kita lebih peduli pada keseimbangan nutrisi sejak dini,” ungkap Mahyeldi di hadapan para anggota Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Sumbar.

Sinergi Pangan Lokal dan Program Pusat
Hal menarik dari peringatan tahun ini adalah penekanan pada Pangan Lokal. Ketua DPD Persagi Sumbar, Gusnedi, mematahkan mitos bahwa makanan sehat harus mahal. Menurutnya, potensi pangan di sekitar kita jauh lebih efektif jika dikelola dengan benar.

Untuk memaksimalkan dampak, Mahyeldi mendorong integrasi antara inisiatif daerah dengan Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memberi makan, tetapi benar-benar memperbaiki profil nutrisi masyarakat secara berkelanjutan.

Gizi Masuk Sekolah: Kolaborasi Lintas Sektor
Gubernur juga mengaitkan pemenuhan gizi dengan program “Tujuh Kebiasaan Baik” milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menginstruksikan agar edukasi gizi tidak hanya berhenti di fasilitas kesehatan, tetapi merambah ke institusi pendidikan di seluruh kabupaten dan kota.

“Kita ingin upaya pemenuhan gizi ini terintegrasi dengan dunia pendidikan. Anak-anak harus paham apa yang mereka makan agar siap menjadi pemimpin di masa depan,” tutupnya.

Peringatan HGN ke-66 ini dimeriahkan dengan berbagai layanan kesehatan gratis, sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa Sumatera Barat siap mengawal kualitas SDM melalui kekayaan alam dan kolaborasi lintas sektor.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di PEMDA