Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 15 Jan 2026 17:15 WIB ·

Hari Desa Nasional 2026: Kolaka Utara Akhiri Era Desa Bergantung


					Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE Perbesar

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE

Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara [DESA MERDEKA] – Peringatan Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026 di Kabupaten Kolaka Utara bukan sekadar parade seremonial. Di Lapangan Aspirasi Lasusua, Kamis pagi, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengirimkan pesan keras: era ketergantungan desa terhadap dana transfer pusat harus segera berakhir. Desa kini dituntut menjadi subjek ekonomi yang berdaulat, bukan lagi sekadar pelengkap pembangunan kota.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE, yang memimpin apel bersama para Kepala Desa, BPD, dan Pendamping Desa, menegaskan bahwa penetapan Hari Desa Nasional melalui Keppres Nomor 23 Tahun 2024 adalah mandat kedaulatan. Menurutnya, desa adalah entitas yang sudah ada jauh sebelum Republik ini berdiri, sehingga kapasitasnya dalam menentukan nasib sendiri tidak perlu diragukan.

Transformasi Digital dan Alarm Kemandirian Ekonomi
Sudut pandang menarik yang ditekankan dalam peringatan tahun ini adalah tantangan pengurangan dana desa secara bertahap di masa depan. Jumarding memberikan alarm bahwa desa tidak bisa terus-menerus “menyusu” pada anggaran pusat. Solusi yang ditawarkan adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Dana desa akan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Desa harus berani berinovasi, menjalin kemitraan dengan swasta dan akademisi,” tegas Jumarding. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan Kolaka Utara secara makro sangat bergantung pada kemandirian fiskal desa-desa di bawahnya.

Selain ekonomi, digitalisasi menjadi instrumen wajib. Namun, Pemkab Kolaka Utara menegaskan bahwa digitalisasi desa bukan sekadar pengadaan perangkat komputer, melainkan perubahan radikal pada cara kerja pemerintahan agar lebih transparan dan efisien.

Desa Sebagai Subjek Berdaulat
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memposisikan desa sebagai ruang hidup yang memadukan demokrasi partisipatif dengan kearifan lokal. Fokus pembangunan kini diarahkan pada penguatan tata kelola dan kapasitas aparatur agar mampu mengelola sumber daya lokal secara profesional.

“Tidak mungkin membangun kabupaten yang berdaya saing tanpa desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Jumarding. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar desa tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan yang pasif.

Peringatan ini menjadi titik balik bagi 15 kecamatan di Kolaka Utara untuk membuktikan bahwa pembangunan Indonesia sejatinya memang harus dimulai dari beranda depan negara, yakni desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA