Tanah Datar [DESA MERDEKA] – Secercah harapan merekah di Tanah Datar bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan banjir lahar dingin beberapa waktu lalu. Impian akan hunian baru yang aman dan nyaman kini mulai terwujud dengan dimulainya pembangunan rumah relokasi terpadu di kawasan strategis Balai Benih Induk Ladang Lawas, Kecamatan Rambatan.
Suasana haru dan optimisme mewarnai acara peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada Kamis (12/9/2025). Langkah simbolis ini menandai dimulainya babak baru bagi para korban bencana, memberikan keyakinan bahwa kehidupan yang lebih baik tengah menanti.
Dalam tahap awal pembangunan ini, sebanyak 60 unit rumah akan didirikan, diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar. Gubernur Mahyeldi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengembangkan kawasan relokasi ini. “Ke depannya, kita akan terus melanjutkan pembangunan ini untuk daerah-daerah lain yang juga terdampak bencana,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Pemilihan lokasi Balai Benih Induk Ladang Lawas bukan tanpa alasan. Kawasan seluas kurang lebih 20 hektar ini dinilai sangat ideal untuk dijadikan permukiman baru yang aman dari ancaman bencana serupa. Selain kontur tanah yang stabil, ketersediaan sumber air yang memadai menjadi pertimbangan krusial untuk memastikan kenyamanan hidup para penghuni kelak.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, kawasan relokasi ini juga menawarkan potensi pemberdayaan ekonomi bagi warganya. Gubernur Mahyeldi berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang luas di sekitar hunian untuk bercocok tanam. “Saya berharap, masyarakat yang akan tinggal di sini bisa memanfaatkan lahan yang luas ini untuk bercocok tanam. Ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi mereka,” tambahnya, memberikan sentuhan optimisme akan masa depan yang lebih mandiri.
Proyek mulia ini terwujud berkat sinergi dan dukunganSolid antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan peran aktifnya dalam merealisasikan pembangunan hunian yang layak ini. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar turut memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, seperti tempat ibadah, ruang terbuka hijau berupa taman, serta embung sebagai sumber air tambahan.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah bahu-membahu mewujudkan harapan ini. “Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan rumah-rumah relokasi ini bisa segera ditempati oleh masyarakat,” tuturnya dengan nada penuh syukur.
Pembangunan rumah relokasi terpadu ini bukan hanya sekadar membangun kembali fisik bangunan yang hancur. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun kembali harapan, memberikan rasa aman, dan memulihkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Tanah Datar yang sempat terpuruk akibat dahsyatnya bencana lahar dingin. Sebuah babak baru telah dimulai, membawa serta impian akan masa depan yang lebih cerah dan tangguh.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.