Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 12 Feb 2026 15:35 WIB ·

Gula Aren Pacitan Mendunia: Bukan Superman, Tapi Supertim Desa!


					Gula Aren Pacitan Mendunia: Bukan Superman, Tapi Supertim Desa! Perbesar

Pacitan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Temon di Kecamatan Arjosari, Pacitan, membuktikan bahwa produk lokal dari pelosok Indonesia mampu “berbicara” di panggung internasional. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara resmi melepas ekspor gula aren organik ke tiga benua sekaligus: Malaysia (Asia), Belanda (Eropa), dan Australia, Kamis (12/2/2026).

Langkah ekspor ini dipandang sebagai titik balik strategis bagi kesejahteraan warga desa. Menurut Yandri, keberhasilan menembus pasar global bukan hasil kerja individu, melainkan sinergi kuat antara pemerintah desa, korporasi melalui PT Astra, serta pemerintah daerah.

“Ini momen luar biasa. Kita membuktikan bahwa kita bukan Superman, tapi Supertim. Tanpa kolaborasi, mustahil produk desa bisa melintasi batas negara,” tegas Yandri di sela-sela prosesi pelepasan ekspor.

Rumus 3K: Syarat Bertahan di Pasar Global
Menteri asal Bengkulu ini mengingatkan bahwa masuk ke pasar internasional hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga kepercayaan pembeli (buyer) agar kerja sama tidak bersifat musiman. Ia menekankan rumus “3K” yang harus dipegang teguh oleh para pelaku usaha desa:

  • Kualitas: Standar produk, kemasan, dan sertifikasi yang unggul.
  • Kuantitas: Kemampuan memenuhi jumlah pesanan dalam skala besar.
  • Kontinuitas: Jaminan ketersediaan produk secara terus-menerus.

Desa Sebagai Sentra Ekonomi Kreatif
Selain aspek teknis, Yandri juga mendorong warga desa untuk aktif terlibat dalam ekosistem ekonomi kreatif. Keterlibatan langsung masyarakat dinilai akan menumbuhkan rasa memiliki untuk menjaga lahan dan sumber daya alam lokal.

Senada dengan itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan tim dari PT Astra yang turut mendampingi, berharap keberhasilan Desa Temon menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Pacitan untuk menggali potensi uniknya. Dengan semangat gotong royong yang menjadi akar budaya desa, diharapkan semakin banyak komoditas “Bumi Paramuda” yang menyusul manisnya gula aren di pasar dunia.

Dengan keberhasilan ini, Pacitan kini tak hanya dikenal dengan wisata goanya, tetapi juga sebagai eksportir pangan organik yang diperhitungkan di pasar global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tabungan Warga Desa Jadi Energi Baru Ekonomi Sumbar

10 Mei 2026 - 21:36 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Trending di RAGAM