Kota Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Tabungan masyarakat bukan sekadar angka di buku simpanan, melainkan mesin penggerak pembangunan hingga ke pelosok desa. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa setiap rupiah yang ditabung masyarakat merupakan kekuatan besar untuk mendanai sektor produktif seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM yang menjadi napas ekonomi kerakyatan di ranah Minang.
Dalam puncak Gebyar Hadiah Tabungan Bank Nagari di Taman Kota Solok, Minggu (10/5/2026), Gubernur menyoroti pentingnya inklusi keuangan bagi warga di daerah kepulauan dan pelosok. Menurutnya, akses layanan perbankan yang merata adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Transformasi Digital Hingga ke Pelosok
Membangun budaya menabung di era modern menuntut transformasi layanan. Bank Nagari merespons hal ini dengan memperluas jaringan ATM, CRM, hingga layanan digital yang memudahkan transaksi warga desa tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota. Hingga akhir 2025, aset bank milik daerah ini tercatat mencapai Rp33,6 triliun, sebuah angka yang mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, memastikan bahwa dana masyarakat dikelola secara profesional di bawah pengawasan OJK dan Bank Indonesia. Keamanan ini krusial agar warga di pedesaan merasa tenang menitipkan hasil buminya dalam bentuk simpanan perbankan.
Inklusi Keuangan: Melawan Rentenir, Memperkuat Petani
Peningkatan inklusi keuangan memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan. Dengan menjadi nasabah perbankan, pelaku usaha di desa memiliki akses terhadap pembiayaan sektor produktif. Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa dana yang dihimpun harus kembali ke lapangan untuk membiayai industri pengolahan dan sektor pertanian.
Langkah Bank Nagari memberikan penghargaan melalui hadiah mulai dari mobil hingga paket umrah menjadi stimulus efektif untuk menarik partisipasi publik. Namun, inti dari kegiatan ini tetaplah literasi: mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif melalui tabungan yang berkelanjutan demi ketahanan ekonomi keluarga dan daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.