Simalungun, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada masyarakat dari tiga Nagori (desa) di Kecamatan Siantar. Mereka secara bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong dan berswadaya untuk membeli tanah wakaf seluas 9 rante (sekitar 3.150 m²). Tanah tersebut akan difungsikan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus umat Muslim.
Dalam kegiatan gotong royong yang berlangsung pada Minggu (27/07) di Kecamatan Siantar, Bupati Anton, didampingi Ketua TP PKK Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, menegaskan bahwa kolaborasi dan kebersamaan masyarakat Nagori Pamatang Simalungun, Rambung Merah, dan Siantar Estate merupakan contoh nyata dari nilai gotong royong yang langka ditemukan dalam pengelolaan kepentingan bersama.

“Saya bangga dengan masyarakat dari tiga Nagori ini yang secara swadaya dan gotong royong membeli tanah wakaf. Biasanya, untuk urusan seperti ini, orang jarang mau berpartisipasi bersama-sama,” ujar Bupati Anton. Beliau juga menyoroti tantangan ketersediaan lahan pemakaman yang semakin sempit, mengingat jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa di ketiga Nagori tersebut. “Saat ini lahan hanya 9 rante. Ini yang kita persiapkan agar warga yang meninggal memiliki tempat pemakaman yang layak. Jangan sampai tidak ada tempat, karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Anton segera memerintahkan instansi terkait untuk menurunkan alat berat guna meratakan tanah wakaf yang baru dibeli. Pada hari pelaksanaan gotong royong, sebuah ekskavator telah digunakan, dan rencananya, dozer akan diterjunkan keesokan harinya untuk merapikan lokasi tersebut. Tidak hanya itu, Bupati juga memberikan bantuan dana sebesar Rp30 juta. “Jangan lihat dari nilai uangnya, melainkan mari kita hargai semangat kebersamaan yang telah dibangun,” imbuhnya penuh semangat.

Camat Siantar, M. Iqbal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati dan Ketua TP PKK atas kehadiran dan dukungan cepat dalam menjawab permohonan alat berat untuk pemeliharaan area TPU baru. “Permohonan alat berat kami sampaikan beberapa hari lalu, dan Bupati sangat tanggap. Kami benar-benar berterima kasih atas perhatian dan kepeduliannya,” ungkap Camat Iqbal.
H. Nurdin Panjaitan, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Simalungun, menjelaskan bahwa pembelian tanah wakaf ini sepenuhnya merupakan swadaya masyarakat dari ketiga Nagori. Menurutnya, TPU lama sudah penuh, bahkan telah mengalami penumpukan makam bertingkat, sehingga beberapa keluarga merasa keberatan dengan kondisi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan berbagai bantuan. Kami mendoakan agar Bapak Bupati dan keluarga selalu sehat, serta dimudahkan dalam memimpin Kabupaten Simalungun,” ujar Nurdin dengan penuh haru.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Simalungun, KUA Kecamatan Siantar, Pangulu Pematang Simalungun, perwakilan Maujana Nagori dari tiga Nagori, pimpinan Surau Siddiyul Amin, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian tinggi antarwarga, langkah bersama ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus memenuhi kebutuhan fundamental masyarakat, yakni tersedianya tempat pemakaman yang layak dan terkelola dengan baik. Inisiatif positif ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan kemaslahatan bersama di tingkat Nagori.
.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.