Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Hanya butuh waktu tiga jam bagi BAZNAS Kabupaten Bantaeng untuk hadir di tengah puing kebakaran Kampung Bungung Katammong, Kelurahan Bonto Manai, Senin (9/2/2026). Tragedi yang menghanguskan tiga rumah panggung sekitar pukul 17.00 WITA tersebut langsung direspons tim BAZNAS dengan penyaluran bantuan tunai darurat pada pukul 20.00 WITA.
Bantuan sebesar Rp5 juta diserahkan langsung sebagai langkah awal meringankan beban para korban yang salah satu rumahnya rata dengan tanah. Kehadiran lembaga zakat ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam menjadikan BAZNAS sebagai garda terdepan penanganan kemiskinan dan musibah secara instan.
Bukan Sekadar Zakat, Tapi Respons Cepat
Ketua BAZNAS Bantaeng, Andi Rakhmat, S.Kom., menegaskan bahwa pihaknya kini mengadopsi sistem kerja yang proaktif. BAZNAS tidak lagi menunggu bola, melainkan langsung terjun ke lokasi saat informasi musibah diterima.
“Kami ingin BAZNAS dikenal sebagai lembaga yang peduli dan bangkit memberikan pertolongan pertama bagi siapa pun yang membutuhkan, terutama mereka yang baru saja kehilangan tempat tinggal,” ujar Andi Rakhmat didampingi jajaran pimpinan lainnya.
Ekosistem Bantuan yang Menyeluruh
Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian, Hasan Habibu, menjelaskan bahwa peran BAZNAS di Bantaeng telah meluas. Tidak hanya fokus pada bencana kebakaran, lembaga ini juga mengelola berbagai program strategis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, antara lain:
- Pendidikan: Pemberian dana penyelesaian studi bagi mahasiswa calon sarjana (S1).
- Kesehatan: Menanggung biaya pengobatan bagi warga tidak mampu.
- Infrastruktur: Program bedah rumah untuk hunian tidak layak.
- Ekonomi: Bantuan modal usaha bagi UMKM serta paket sembako rutin untuk fakir miskin.
Dengan dukungan penuh pemerintah kabupaten, BAZNAS Bantaeng kini diposisikan sebagai satu-satunya lembaga rujukan utama untuk mengatasi persoalan warga kurang mampu dengan birokrasi yang cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Kecepatan respons di Bonto Manai ini diharapkan menjadi standar baru dalam pelayanan kemanusiaan di Bumi Butta Toa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.