Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 8 Sep 2024 21:55 WIB ·

FPK Jatim Lebarkan Sayap, Gairahkan Budaya Gresik-Madura


					<em>Pertemuan pembentukan kepengurusan Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur wilayah Gresik dan Madura Raya di Pedepokan Pamungkas Jati Titi Jaya Sampurna Kedamean, Gresik, menunjukkan antusiasme para seniman dan budayawan dalam memajukan kebudayaan daerah.</em> Perbesar

Pertemuan pembentukan kepengurusan Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur wilayah Gresik dan Madura Raya di Pedepokan Pamungkas Jati Titi Jaya Sampurna Kedamean, Gresik, menunjukkan antusiasme para seniman dan budayawan dalam memajukan kebudayaan daerah.

Gresik [DESA MERDEKA]  Kabar gembira bagi perkembangan kebudayaan di Jawa Timur, khususnya wilayah Gresik dan Madura Raya. Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur, sebuah organisasi yang terus bergerak aktif dalam memajukan warisan budaya di Bumi Majapahit, kini secara resmi memperluas jangkauannya dengan membentuk kepengurusan baru di dua wilayah tersebut.

Langkah strategis ini diumumkan dalam sebuah pertemuan hangat yang berlangsung di Pedepokan Pamungkas Jati Titi Jaya Sampurna, Kedamean, Gresik, pada 8 September 2024. Suasana keakraban terasa kental saat para seniman dan budayawan dari Gresik yang kaya akan seni religi dan Madura yang memiliki tradisi unik berkumpul bersama Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, beserta jajaran pengurus lainnya.

Mifta, seorang budayawan penuh semangat dari Sumenep, Madura, menyambut dengan antusias kehadiran FPK di wilayahnya. Baginya, fokus FPK yang tidak hanya terpaku pada satu aspek seni saja, melainkan merangkul secara komprehensif sepuluh objek pemajuan kebudayaan, menjadi daya tarik tersendiri. “Konsep FPK yang lebih menyerupai laboratorium kebudayaan ini sangat menarik. Di sini, kita bisa bebas bereksperimen dan mengembangkan berbagai potensi budaya yang ada,” ungkapnya dengan nada optimis.

Pandangan serupa juga dilontarkan oleh Agus AKS, seorang seniman Reog kebanggaan Gresik. Ia berharap FPK dapat menjadi wadah yang solid bagi para pelaku seni di Kota Pudak untuk saling berkreasi dan berkolaborasi. “Gresik ini kaya sekali dengan kemajemukan seni dan budayanya. Apalagi kita punya seni religi yang sangat kuat di wilayah pesisir. Dengan adanya FPK, kami yakin potensi ini bisa berkembang lebih jauh lagi,” ujarnya penuh harap.

Potensi besar seni religi dan adat di Gresik memang menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan tersebut. Romo Budiono, seorang tokoh budayawan senior Gresik, berharap FPK dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para pelaku seni religi dan adat untuk bersinergi dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya lokal. “Kami, para penghayat kepercayaan di Gresik, sangat menyambut baik kehadiran FPK. Kami berharap bisa menjadi bagian aktif dari komunitas ini dan turut berkontribusi dalam memajukan kebudayaan daerah yang kita cintai ini,” tuturnya dengan antusias.

Pembentukan kepengurusan FPK di Gresik dan Madura Raya ini diharapkan menjadi katalisator yang kuat dalam upaya pemajuan kebudayaan di kedua wilayah tersebut. Dengan jaringan yang semakin meluas, FPK memiliki potensi besar untuk memfasilitasi berbagai kegiatan seni dan budaya yang beragam, mulai dari pelatihan dan workshop yang meningkatkan keterampilan, hingga pertunjukan yang memukau dan program pertukaran budaya yang memperkaya wawasan. Langkah ini menjadi angin segar bagi para pelaku seni dan budaya, serta menjadi harapan baru bagi lestarinya kekayaan budaya Jawa Timur di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 163 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD