Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 16 Des 2024 17:18 WIB ·

Festival Museum Desa 2024: Merayakan Kekayaan Budaya di Lombok Barat


					<em>Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam (tengah) berfoto bersama perwakilan dari pemenang Festival Museum Desa: Pameran Pusaka Desa 2024, di Taman Lingsar, Lobar, Minggu (15/12). (Image courtesy : MUSEUM NTB)</em> Perbesar

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam (tengah) berfoto bersama perwakilan dari pemenang Festival Museum Desa: Pameran Pusaka Desa 2024, di Taman Lingsar, Lobar, Minggu (15/12). (Image courtesy : MUSEUM NTB)

Lombok Barat [DESA MERDEKA] – Museum Negeri NTB sukses melaksanakan Festival Museum Desa: Pameran Pusaka Desa 2024 yang berlangsung di Taman Lingsar, Kecamatan Lingsar, pada Minggu (15/12). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian gelaran Pujawali dan Perang Topat, yang bertujuan untuk merayakan dan melestarikan kekayaan budaya serta sejarah desa-desa di Lombok Barat.

Festival ini diikuti oleh tujuh desa, yaitu Desa Gegelang, Sigerongan, Batu Kumbung, Giri Madya, Golong, Lingsar, dan Lembuak. Setiap desa memamerkan ragam benda bersejarah yang telah dijaga dan dirawat oleh masyarakat setempat. “Festival Museum Desa ini adalah inisiatif yang bertujuan untuk merayakan kekayaan budaya, sejarah, dan tradisi yang dimiliki oleh desa-desa di Lobar,” ungkap Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, saat diwawancarai oleh Lombok Post.

Lombok Barat dikenal sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan alam, dengan beragam koleksi yang mencerminkan identitas unik masing-masing desa. “Daerah ini memiliki tradisi yang sangat kaya, dengan pengaruh budaya dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Bugis, dan lainnya,” jelas Ahmad. Oleh karena itu, Museum Negeri NTB memberikan ruang bagi masyarakat Lobar untuk memperkenalkan dan memamerkan kekayaan budaya serta tradisi yang dimiliki oleh masing-masing desa.

“Masyarakat kami persilakan untuk menampilkan koleksi dan artefak yang ada di setiap desa sebagai bentuk identitas budaya masing-masing, sehingga masyarakat dan pengunjung dapat lebih mengenal kekayaan lokal,” tambahnya. Melalui festival ini, Museum Negeri NTB mendorong semua pihak, termasuk masyarakat, untuk tetap aktif melestarikan warisan budaya, tradisi, sejarah, dan nilai-nilai budaya yang ada di Lombok Barat.

Pj Bupati Lombok Barat, H. Ilham, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh Museum Negeri NTB. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama yang masih menyimpan benda-benda budaya dengan nilai sejarah, untuk menjaga, merawat, dan mengamankan benda-benda tersebut dengan baik. “Kegiatan ini sangat penting untuk melestarikan budaya kita,” ujarnya.

Di akhir Festival Museum Desa: Pameran Pusaka Desa 2024, Museum Negeri NTB mengumumkan pemenang lomba. Juara I diraih oleh Desa Gegelang, diikuti oleh Desa Sigerongan sebagai Juara II, dan Desa Batu Kumbung sebagai Juara III. Selain itu, Juara Harapan I A diraih oleh Giri Madya, Harapan I B oleh Desa Golong, Harapan I C oleh Desa Lingsar, dan Juara Harapan II oleh Desa Lembuak.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan sejarah lokal. Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan kekayaan budaya Lombok Barat dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jihad Data Kemiskinan: Akhiri Bansos Salah Sasaran di Bekasi

5 Maret 2026 - 08:38 WIB

Pantun Jenaka GOW Pangkalpinang Warnai Bakti Sosial Ramadan

4 Maret 2026 - 14:42 WIB

Evi Yandri: Jangan Biarkan Masjid Megah Tapi Sepi Jemaah

4 Maret 2026 - 10:13 WIB

Zakat Produktif Pangkalpinang: Ubah Mustahik Jadi Muzaki Mandiri

4 Maret 2026 - 04:49 WIB

Sisi Humanis Wagub Vasko: Bantuan Tak Ganti Rasa Kehilangan

3 Maret 2026 - 23:57 WIB

Strategi Baznas Bantaeng Ubah Zakat Jadi Mesin Kesejahteraan

19 Februari 2026 - 09:09 WIB

Trending di SOSBUD