Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 15 Apr 2026 18:07 WIB ·

Duplikasi Model Pariaman: Petani Desa Sumbar Tembus Pasar Jakarta


					Duplikasi Model Pariaman: Petani Desa Sumbar Tembus Pasar Jakarta Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Petani di pedesaan Sumatera Barat kini berpeluang besar mengirim hasil panennya langsung ke meja makan warga ibu kota. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mendorong seluruh kabupaten dan kota untuk menduplikasi model kerja sama Business to Government (B2G) yang sukses dirintis Kota Pariaman dengan PT Food Station Tjipinang Jaya untuk menyuplai kebutuhan pangan DKI Jakarta.

Langkah ini dinilai strategis untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan memastikan komoditas unggulan desa seperti beras, bawang, hingga ikan terserap secara optimal. “Kota Pariaman sudah melangkah lebih maju dengan bekerja sama langsung dengan perusahaan daerah di ibu kota. Model ini harus direplikasi daerah lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujar Vasko di Padang, Rabu (15/4/2026).

Menangkap Kekuatan Fiskal Jakarta
Sumatera Barat memiliki keunggulan produksi pangan yang melimpah, sementara DKI Jakarta memiliki tantangan keterbatasan lahan namun didukung kapasitas fiskal yang kuat. Per bulannya, Jakarta membutuhkan sedikitnya 80 ribu ton beras, serta pasokan ikan dan daging dalam jumlah besar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebelumnya mengakui bahwa pasokan dari daerah produsen seperti Sumbar sangat krusial. Kesenjangan antara sumber daya alam daerah dan kekuatan fiskal kota besar inilah yang menjadi peluang pasar emas bagi desa-desa di Sumbar untuk mengikat kerja sama konkret.

Jembatan Distribusi: Kunci Sejahtera Petani
Pembangunan jembatan distribusi antar daerah menjadi kunci penting agar produk pangan masyarakat desa tidak menumpuk di pasar lokal dengan harga rendah. Dengan pola B2G, rantai pasok menjadi lebih efisien dan memberikan dampak langsung pada kantong para pelaku usaha sektor pangan.

Melalui pola progresif ini, Sumatera Barat tidak lagi sekadar menjadi daerah produsen, tetapi pemain aktif dalam ketahanan pangan nasional yang mandiri secara ekonomi. Replikasi model ini diharapkan mampu mengubah nasib masyarakat pertanian Sumbar yang merupakan tulang punggung ekonomi di tingkat nagari (desa).

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di PEMDA