Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 11 Mar 2026 06:10 WIB ·

Duet Yandri-Iqbal: Keroyok Kemiskinan NTB Lewat Strategi Orkestrasi Desa


					Duet Yandri-Iqbal: Keroyok Kemiskinan NTB Lewat Strategi Orkestrasi Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Strategi pengentasan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, resmi menggandeng Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk menjalankan aksi “orkestrasi dan kolaborasi” lintas sektor. Langkah ini tidak lagi mengandalkan anggaran negara semata, melainkan mewajibkan 500 perusahaan mitra untuk membina desa-desa di NTB secara langsung.

Fokus utama dari sinergi ini adalah mengubah wajah desa menjadi pusat ekonomi melalui optimalisasi desa wisata dan ketahanan pangan. Mengingat NTB memiliki tanah yang subur dan alam yang ikonik, intervensi akan diarahkan agar desa mampu menjadi pemasok utama kebutuhan pangan lokal sekaligus destinasi wisata yang mandiri.

Pendamping Mandiri: Ujung Tombak Verifikasi Data
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa NTB telah mengerahkan “pendamping mandiri” yang dibiayai oleh dana provinsi. Tugas mereka sangat spesifik: melakukan verifikasi data secara presisi agar tidak ada bantuan yang salah sasaran. Para pendamping ini nantinya akan berkolaborasi dengan Pendamping Desa dari Kemendes PDT untuk mengawal Program Desa Berdaya.

“Kami melakukan dua lapis intervensi: level Kepala Keluarga (KK) dan level desa. Tujuannya agar potensi lokal benar-benar terolah dan kemiskinan ekstrem hilang dari akar rumput,” ujar Gubernur Iqbal saat audiensi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Mewujudkan Desa Tematik dan Pemasok Pangan
Selain fokus pada pariwisata, kolaborasi ini menargetkan terciptanya “Desa Tematik”. Desa-desa di NTB diproyeksikan menjadi pemasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memaksimalkan fungsi Kawasan Perdesaan Mandiri Pangan (KDMP).

Mendes Yandri menegaskan bahwa pelibatan kampus dan sektor swasta adalah harga mati. Dengan membaca peluang pasar yang tepat, produk unggulan desa tidak akan lagi berhenti di tingkat produksi, tetapi langsung tersambung dengan ekosistem bisnis yang lebih besar.

Fokus Intervensi Strategi Aksi Target Utama
Ekonomi Desa Revitalisasi Desa Wisata & Desa Tematik Kemandirian Finansial Desa
Sosial Verifikasi Data oleh Pendamping Mandiri Zero Kemiskinan Ekstrem
Kemitraan Kewajiban Bina Desa bagi 500 Perusahaan Investasi Berkelanjutan
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah dan Jalan Desa Sumbar Menanti Dana Rp17,9 Triliun

12 Mei 2026 - 15:34 WIB

Nasib Petani dan Pendidikan Anak Pesisir di Tangan Perda

12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Syariah di Desa: Napas Baru Ekonomi Sumatera Barat

12 Mei 2026 - 06:07 WIB

Bertaruh Nyawa di Atas Rakit Demi Menembus Nagari

11 Mei 2026 - 21:13 WIB

Sinergi Sesko TNI Audit Pola Penanganan Bencana Sumbar

11 Mei 2026 - 11:49 WIB

Samsat Kiosk Sumbar: Bayar Pajak Mandiri Tanpa Antre Calo

10 Mei 2026 - 15:20 WIB

Trending di PEMDA