Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 9 Feb 2026 22:07 WIB ·

DPMK Berau Bedah Dompet 100 Kampung Demi Keadilan Anggaran


					Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu Perbesar

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu

Tanjung Redeb, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) memulai operasi “penyelamatan” fiskal besar-besaran terhadap 100 kampung di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas jeritan para kepala kampung yang merasa tercekik penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK) di tengah tumpukan program sosial yang terus bertambah.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan inventarisasi menyeluruh untuk membedah rincian pengeluaran tiap kampung. Data ini akan menjadi “senjata” untuk mengusulkan kebijakan anggaran yang lebih proporsional kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami meminta seluruh kampung menyetor data rinci pengeluaran mereka. Ini bukan sekadar administratif, tapi dasar agar kebijakan ke depan berpijak pada kondisi riil, bukan asumsi,” tegas Tenteram Rahayu dalam forum Musrenbang, Sabtu (7/2/2026).

Lepas Beban Sosial ke OPD Teknis
Sudut pandang menarik dari langkah DPMK ini adalah rencana pengalihan beban program. Selama ini, ADK kampung tersedot habis untuk fungsi pelayanan sosial yang sangat luas—mulai dari gaji guru PAUD dan TPA, insentif da’i hingga pendeta, hingga santunan kemiskinan dan kematian.

Rencana besarnya adalah mengalihkan sebagian tanggung jawab tersebut kembali ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Dengan begitu, kampung tidak lagi menjadi “keranjang sampah” semua urusan pemerintah daerah, melainkan bisa kembali fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan pelayanan masyarakat inti.

Proses Administrasi vs Kebutuhan Mendesak
Meskipun tekanan di tingkat kampung sangat tinggi, DPMK mengingatkan bahwa perubahan struktur anggaran tidak bisa terjadi dalam semalam. Data yang terkumpul akan difinalisasi bersama Sekretariat Daerah sebelum diajukan ke TAPD.

“Kami paham keresahan di lapangan, tapi kebijakan anggaran memiliki alur perencanaan dan sinkronisasi lintas OPD yang harus dipatuhi. Ini soal proses untuk mencapai formula yang lebih adil,” pungkas Tenteram.

Langkah inventarisasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Berau mulai mencari titik keseimbangan baru agar kampung tidak tumbang akibat beban kerja yang tak sebanding dengan daya dukung fiskalnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar: Sambungan Hidup yang Sempat Putus

29 Juli 2026 - 10:03 WIB

ASN Pulang Kampung: Berkah atau Bencana Pelayanan Desa?

29 Juli 2026 - 09:52 WIB

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Trending di PEMDA