Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 2 Feb 2025 14:29 WIB ·

Disebut Wartawan Bodrex, Pengurus FPII Malut Desak Yandri Susanto Berikan Klarifikasi


					Disebut Wartawan Bodrex, Pengurus FPII Malut Desak Yandri Susanto Berikan Klarifikasi Perbesar

Ternate [DESA MERDEKA] – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yandri Susanto membuat kehebohan. Pasalnya dia melontarkan istilah “wartawan Bodrex” dalam sebuah acara yang viral di media sosial. Hal ini kemudian menuai kecaman luas dari insan pers, karena pernyataan ini dianggap merendahkan profesi jurnalis dan menciptakan stigma negatif terhadap dunia kewartawanan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Wilayah Maluku Utara, Junaedi Abdul Rasyid mengeluarkan kecaman. Menurutnya, penggunaan istilah tersebut sangat tidak pantas dan mencederai kemerdekaan pers di Indonesia.

“Sebagai pejabat publik, seharusnya Yandri jaga bicara. Jangan seluruh wartawan digeneralisir hanya karena ulah beberapa orang. Jika ada oknum yang dianggap tidak profesional, cukup disebut oknum tanpa melibatkan semua wartawan,” tegas Junaedi.

Junaedi meminta Menteri Yandri Susanto segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada insan pers. Tidak cukup hanya dengan permintaan maaf, tetapi juga harus ada pembuktian terkait pernyataan tersebut.

“Lazimnya, jika ada pemberitaan yang tidak sesuai fakta, kan ada mekanisme klarifikasi dan hak jawab. Namun, dengan menyebut istilah itu (wartawan Bodrex, red) itu sama saja merendahkan wartawan secara keseluruhan dan telah mencoreng kebebasan pers dan melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” lanjutnya.

“Wartawan bukan musuh atau alat politik, namun sebagai mitra dalam membangun transparansi informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat,”imbuhnya.

“Sebagai pejabat publik, Yandri harus lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dan tidak menggunakan istilah yang merendahkan profesi wartawan. Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan kebenaran, bukan musuh yang harus diserang,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kericuhan ini bermula dari pernyataan Menteri Yandri Susanto yang beredar di Media TV dan Medsos.

Dalam video tersebut terdengar pernyataan Yandri yang menyebut, “Yang paling banyak mengganggu Kepala Desa itu LSM & Wartawan Bodrex, karena mereka mutar itu. Hari ini minta satu juta, bayangkan kalau tiga ratus desa, tiga ratus juta. Kalah gaji Kemendes itu, kalah itu gaji menteri dapat tiga ratus juta itu ya, kan? Oleh karena itu pihak kepolisian dan kejaksaan mohon ditertibkan dan ditangkapi saja itu Pak Polisi LSM dan Wartawan Bodrex itu yang mengganggu kerja para kepala desa itu.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 219 kali

Satu tanggapan untuk “Disebut Wartawan Bodrex, Pengurus FPII Malut Desak Yandri Susanto Berikan Klarifikasi”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM