Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah pusat resmi menunjuk Desa Koa, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sebagai lokasi percontohan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Program ini diwujudkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Wadah Titian Harapan.
Desa Koa akan berfungsi sebagai dapur utama yang menyuplai makanan bergizi bagi 1.200 penerima manfaat. Mereka meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita, yang tersebar di 14 sekolah di sekitar wilayah tersebut. Tim dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang dipimpin oleh Deputi Sistem dan Tata Kelola Tigor Pangaribuan, turun langsung meninjau kesiapan lokasi pada Kamis (13/3/2025). Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Ketua DPRD NTT Fernando Ozorio Soares, Sekretaris Daerah TTS Edison Sipa, serta perwakilan dari UNICEF.
Sekretaris Daerah TTS, Edison Sipa, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Desa Koa. Meskipun lokasinya terisolasi dan memiliki berbagai keterbatasan, Sipa yakin program MBG akan berhasil di wilayah tersebut. “Kami yakin program MBG akan sukses di sini,” ujarnya penuh optimisme.
Tigor Pangaribuan dari BGN mengapresiasi antusiasme dan kerja keras warga, khususnya para pengelola SPPG, dalam mempersiapkan program MBG. Ia meminta mereka segera menyiapkan peralatan masak agar program dapat berjalan lancar setelah Hari Raya Lebaran. “Desa Koa menjadi model pelayanan kami di daerah terpencil. Kami melihat keuletan warga,” tegas Tigor, menyoroti dedikasi masyarakat setempat.
Janse Priskila Punuf, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), menjelaskan bahwa 17 tenaga kerja lokal telah disiapkan khusus untuk kegiatan memasak. Ketersediaan bahan makanan pokok juga melimpah di desa ini, seperti beras, sayuran, dan ternak sapi. “Kendala kami hanya buah-buahan,” katanya, mengidentifikasi satu-satunya kekurangan logistik.
Mario Vieira dari BGN menambahkan, pemilihan Desa Koa didasari oleh topografinya yang menantang. Yayasan Wadah Titian Harapan telah membina sumber daya manusia warga sejak tahun 2013, termasuk mengirim ibu-ibu ke India untuk belajar tentang teknologi tenaga surya. “Saat ini, 300 kepala keluarga sudah menggunakan listrik energi terbarukan,” jelas Mario, menunjukkan dampak positif pembinaan jangka panjang di desa tersebut.
Perjalanan tim BGN menuju Desa Koa tidak mudah. Mereka menghadapi medan terjal, menyeberangi lima sungai tanpa jembatan, bahkan mobil rombongan beberapa kali harus diderek. Namun, semangat mereka tidak surut. Setibanya di Desa Koa, tim langsung meninjau lokasi SPPG permanen yang akan menjadi percontohan program MBG di wilayah terpencil, membuktikan komitmen untuk menyukseskan inisiatif penting ini.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.