Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 6 Mar 2026 19:14 WIB ·

Desa Ekspor: Strategi Mendes Yandri Dongkrak Ekonomi Lokal


					Desa Ekspor: Strategi Mendes Yandri Dongkrak Ekonomi Lokal Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong transformasi desa dari sekadar wilayah administratif menjadi pusat ekonomi tematik. Melalui program Desa Wisata dan Desa Ekspor, Kemendes PDT berkomitmen memutus isolasi daerah tertinggal dengan menghubungkan potensi lokal langsung ke pasar global.

“Kalau ada potensi desa, tolong sampaikan ke kami. Kami punya program Desa Wisata dan Desa Ekspor. Kita buat kegiatan ekonomi riil di sana,” tegas Yandri dalam agenda silaturahmi bersama APKASI di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Langkah ini menjadi jawaban atas keterbatasan kapasitas fiskal dan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini mencekik pembangunan di pelosok.

Sinkronisasi Pusat-Daerah: Harga Mati
Mendes Yandri menekankan bahwa kemandirian desa tidak bisa dicapai jika pemerintah daerah berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinkronisasi program antara kementerian terkait—seperti Bappenas, Kemendagri, dan Kementerian PU—agar bantuan teknis tepat sasaran. Pendekatan “ruang dialog” menjadi strategi utama untuk menemukan titik temu bagi persoalan pelik di lapangan.

Kapasitas fiskal yang rendah dan mutu pelayanan dasar yang belum memadai di daerah tertinggal menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, Kemendes PDT memperkuat tata kelola desa sebagai fondasi utama. Tujuannya jelas: pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan masyarakat secara masif.

Desa Tematik Sebagai Penggerak Utama
Strategi “Desa Tematik” diusung untuk menonjolkan keunggulan spesifik tiap wilayah. Desa tidak lagi seragam, melainkan tumbuh berdasarkan identitas ekonominya masing-masing. Mendes Yandri mengimbau para Kepala Daerah untuk lebih proaktif memetakan potensi di wilayahnya agar pendampingan teknis dari pusat bisa segera dikucurkan.

“Potensi di kabupaten itu luar biasa banyak, khususnya di desa. Kami berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar desa di wilayah tertinggal tidak berjalan sendiri,” pungkas mantan Wakil Ketua MPR RI asal Bengkulu Selatan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan mandiri secara finansial.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Momen Haru Angkatan XV PAUD Satria Mandiri: Sinergi Desa Balitata Cetak Generasi Emas

23 Juni 2026 - 21:12 WIB

Klinik APBDesa Singosari,Sekolah Tata Kelola yang Menginspirasi Desa

23 Juni 2026 - 12:52 WIB

Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo

23 Juni 2026 - 06:10 WIB

Trending di RAGAM