Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 6 Mar 2026 19:14 WIB ·

Desa Ekspor: Strategi Mendes Yandri Dongkrak Ekonomi Lokal


					Desa Ekspor: Strategi Mendes Yandri Dongkrak Ekonomi Lokal Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong transformasi desa dari sekadar wilayah administratif menjadi pusat ekonomi tematik. Melalui program Desa Wisata dan Desa Ekspor, Kemendes PDT berkomitmen memutus isolasi daerah tertinggal dengan menghubungkan potensi lokal langsung ke pasar global.

“Kalau ada potensi desa, tolong sampaikan ke kami. Kami punya program Desa Wisata dan Desa Ekspor. Kita buat kegiatan ekonomi riil di sana,” tegas Yandri dalam agenda silaturahmi bersama APKASI di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Langkah ini menjadi jawaban atas keterbatasan kapasitas fiskal dan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini mencekik pembangunan di pelosok.

Sinkronisasi Pusat-Daerah: Harga Mati
Mendes Yandri menekankan bahwa kemandirian desa tidak bisa dicapai jika pemerintah daerah berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinkronisasi program antara kementerian terkait—seperti Bappenas, Kemendagri, dan Kementerian PU—agar bantuan teknis tepat sasaran. Pendekatan “ruang dialog” menjadi strategi utama untuk menemukan titik temu bagi persoalan pelik di lapangan.

Kapasitas fiskal yang rendah dan mutu pelayanan dasar yang belum memadai di daerah tertinggal menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, Kemendes PDT memperkuat tata kelola desa sebagai fondasi utama. Tujuannya jelas: pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan masyarakat secara masif.

Desa Tematik Sebagai Penggerak Utama
Strategi “Desa Tematik” diusung untuk menonjolkan keunggulan spesifik tiap wilayah. Desa tidak lagi seragam, melainkan tumbuh berdasarkan identitas ekonominya masing-masing. Mendes Yandri mengimbau para Kepala Daerah untuk lebih proaktif memetakan potensi di wilayahnya agar pendampingan teknis dari pusat bisa segera dikucurkan.

“Potensi di kabupaten itu luar biasa banyak, khususnya di desa. Kami berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar desa di wilayah tertinggal tidak berjalan sendiri,” pungkas mantan Wakil Ketua MPR RI asal Bengkulu Selatan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan mandiri secara finansial.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tabungan Warga Desa Jadi Energi Baru Ekonomi Sumbar

10 Mei 2026 - 21:36 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Trending di RAGAM