Minahasa, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] – Pemilihan Hukum Tua (Kepala Desa) serentak di 130 desa se-Kabupaten Minahasa pada tahun 2026 bukan sekadar agenda politik lokal rutin. Perhelatan ini dinilai sebagai manifestasi “energi purba” masyarakat Tou Minahasa yang menyatukan nilai historis, budaya, dan tatanan sosial dalam satu panggung demokrasi.
Pemerhati Sosial dan Pemerintahan Sulawesi Utara, Jefferson Wanni Wantah, menegaskan bahwa momentum ini merupakan ujian bagi marwah Tanah Toar Lumimuut. Menurutnya, pemilihan Hukum Tua memiliki daya tarik yang jauh lebih kuat bagi warga dibandingkan sekadar pergantian jabatan administratif.
“Pesta demokrasi ini punya nilai historis dan energi yang sangat kuat. Ini adalah titik awal proses demokrasi di Minahasa pada tahun 2026,” ujar Wantah di Minahasa, Jumat (30/1/2026).
Membedah Motivasi: Antara Pengabdian dan Dana Desa
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah pergeseran motivasi calon pemimpin desa. Di tengah kucuran Dana Desa yang mencapai ratusan juta rupiah per tahun, Wantah memberikan peringatan keras kepada para bakal calon. Ia berharap keinginan untuk berkuasa tidak didasari oleh syahwat finansial.
“Jangan karena ada Dana Desa lalu ingin mencalonkan diri. Motivasi harus dikembalikan ke akar: membangun desa dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa Hukum Tua adalah pelayan adat dan masyarakat, bukan manajer proyek anggaran.
Keterbukaan Informasi dan Peran Masyarakat
Agar kualitas demokrasi terjaga, panitia pemilihan di tingkat kabupaten maupun desa diminta proaktif. Sosialisasi kriteria dan persyaratan bakal calon tidak boleh dilakukan secara tertutup atau sekadar formalitas. Transparansi sejak tahap awal adalah kunci untuk melahirkan pemimpin yang kredibel.
Dukungan penuh dari elemen masyarakat, khususnya warga di 130 desa tersebut, menjadi syarat mutlak suksesnya agenda ini. Dengan motivasi yang benar dan pengawasan yang ketat dari warga, pemilihan Hukum Tua 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta seremonial, tetapi menjadi tonggak kemajuan peradaban desa di Bumi Minahasa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.