Balitata, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Ada banyak cara untuk mengekspresikan rasa syukur atas bertambahnya usia suatu daerah. Di saat pusat kota riuh dengan festival budaya dan upacara formal, Pemerintah Desa (Pemdes) Balitata, Kecamatan Gane Barat, memilih jalan yang sunyi namun sarat akan makna mendalam. Bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat, mereka menggelar doa bersama untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan.
Acara yang dipusatkan di Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Desa Balitata pada Senin (8/6/2026) ini berlangsung dengan sangat khidmat. Duduk bersila dalam satu lingkaran besar, sekat-sekat sosial di antara aparatur desa dan warga melebur menjadi satu. Suasana hangat dan penuh kebersamaan begitu terasa sejak ayat-ayat suci dan untaian doa mulai dilantunkan.
Bagi masyarakat setempat, momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah refleksi spiritual atas perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan selama dua dekade terakhir.
Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Refleksi Bersama
Kepala Desa Balitata, Hariyadi Sangaji, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan hari jadi kabupaten berjuluk “Bumi Saruma” ini harus dimaknai lebih dalam. Menurutnya, perayaan terbaik adalah perayaan yang mampu menyentuh akar rumput dan mempererat hubungan antarwarga.
“Melalui doa bersama ini, kita berharap Kabupaten Halmahera Selatan semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta para pemimpin diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah pembangunan daerah,” ujar Hariyadi.
Hariyadi juga menambahkan bahwa momentum usia yang ke-23 ini adalah waktu yang tepat bagi seluruh elemen desa untuk bersatu padu. Tantangan pembangunan di masa depan dinilai akan semakin kompleks, sehingga membutuhkan fondasi sosial yang kuat sejak dari level desa.
Merajut Semangat Gotong Royong dari Desa
Senada dengan Kepala Desa, tokoh agama yang memimpin jalannya doa bersama juga menyelipkan pesan-pesan moral yang menyejukkan. Dalam tausiah singkatnya, beliau mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk terus merawat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong. Tiga pilar tersebut dinilai sebagai modal sosial paling utama dalam mendukung setiap program kemajuan daerah yang dicanangkan oleh pemerintah daerah.
Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan tahun ini memang diposisikan sebagai tonggak penting. Seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu memperkuat komitmen mereka dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: mewujudkan Halmahera Selatan sebagai daerah yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan sejahtera secara sosial.
Harapan Terbaik untuk Bumi Saruma
Dari sebuah gedung TPQ sederhana di pelosok Gane Barat, denyut nadi spiritualitas dan nasionalisme lokal berdenyut kencang. Masyarakat Desa Balitata menaruh harapan yang sangat besar agar ketimpangan pembangunan dapat terus dikikis, sehingga kesejahteraan yang merata dapat dirasakan hingga ke pelosok-pelosok pulau.
Acara tersebut ditutup dengan pemotongan tumpeng sederhana dan jabat tangan erat antardesa. Sebuah simbolisasi bahwa sekecil apa pun kontribusi dari desa, ia tetap menjadi bagian penting dari mozaik besar pembangunan kabupaten.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan. Semoga semakin maju, berkembang, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Jazirah Bumi Saruma,” pungkas Hariyadi, menutup perayaan dengan senyum penuh harapan.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.