Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 9 Jun 2026 21:09 WIB ·

Desa Atue, Menjadi Percontohan Desa Produktif Ramah Lingkungan


					Desa Atue, Menjadi Percontohan Desa Produktif Ramah Lingkungan Perbesar

Luwu Timur, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Terletak di jantung kawasan hutan produktif sekaligus hutan lindung, Desa Atue di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, kini memikul tanggung jawab besar sebagai model percontohan desa masa depan. Keunikan lanskapnya menarik perhatian Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang secara khusus berkunjung pada Senin (8/6/2026) untuk meresmikan semangat “Gerakan Asri” (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di desa ini.

Bagi warga Desa Atue, kehadiran pemerintah provinsi bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini adalah pengakuan bahwa desa yang berada di area konservasi pun bisa menjadi motor penggerak ekonomi. Dengan didampingi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Wagub menekankan bahwa kemajuan desa harus bermula dari kesadaran lingkungan, seperti memilah sampah dari rumah.

“Desa Atue itu spesial. Kita ingin warga di sini mampu menjaga hutan sekaligus mengambil manfaat ekonominya dengan cara yang benar,” ujar Fatmawati.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak datang dengan tangan kosong. Sebanyak 500 bibit tanaman bernilai ekonomi tinggi—mulai dari durian Musang King, alpukat sambung, hingga mangga Mahathir—didistribusikan langsung kepada masyarakat. Namun, menanam di kawasan hutan bukanlah perkara mudah. Tantangan teknis seperti menjaga jarak tanam agar tidak mengganggu tegakan pohon hutan lindung, serta perlindungan bibit dari hama liar, menjadi perhatian serius yang harus dikuasai warga. Pendampingan berkelanjutan dari dinas terkait menjadi kunci agar tanaman produktif ini dapat berbuah optimal tanpa harus merusak struktur hutan yang sudah ada.

Langkah konkret ini disambut hangat oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang optimis bahwa sinergi ini akan membawa keberkahan bagi masyarakat. Desa Atue kini menjadi laboratorium hidup bagaimana warga di wilayah hutan lindung dapat mandiri secara finansial melalui “produktivitas hijau”. Dengan keterlibatan tokoh masyarakat, kader desa, hingga dukungan perangkat daerah, Desa Atue sedang membuktikan kepada dunia bahwa pembangunan desa tidak perlu merusak alam. Sebaliknya, dengan pengelolaan yang cerdas, alam justru menjadi sumber kesejahteraan yang akan terus menghidupi generasi-generasi mendatang di Bumi Batara Guru.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Muhidi : Perempuan Menjadi Kekuatan Keluarga dan Kekuatan Pembangunan Daerah

10 September 2026 - 21:31 WIB

Wakil Ketua Iqra Chissa dan Anggota DPRD Sumbar Turun Terima Aksi Buruh. 

10 September 2026 - 21:09 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

Trending di RAGAM