Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Apr 2025 20:46 WIB ·

Bukan Tutup Jalan, Hajatan Putri Gubernur Sumbar Diserbu Tamu


					Bukan Tutup Jalan, Hajatan Putri Gubernur Sumbar Diserbu Tamu Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Video kemacetan di jalur Lintas Sumatera mendadak viral dan memicu perdebatan panas di jagat maya dalam dua hari terakhir. Banyak netizen menuding adanya penutupan jalan demi pernikahan putri Gubernur Sumatera Barat. Namun, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan sudut pandang berbeda: kemacetan tersebut murni karena “serbuan” tamu VIP yang datang secara bersamaan, bukan karena blokade jalan.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Mursalim, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penutupan akses publik selama acara berlangsung. Situasi crowded di lokasi murni akibat dinamika tamu undangan di kediaman mempelai wanita.

Magnet Pejabat yang Bikin Jalur Lintas “Bernapas Berat”
Mursalim menjelaskan bahwa pemicu utama kepadatan adalah momentum kehadiran sejumlah tokoh publik yang hampir berbarengan. Kedatangan rombongan Gubernur, Bupati Sijunjung, hingga Wakil Bupati Solok dalam satu waktu menciptakan antrean kendaraan yang tak terhindarkan.

“Saya ada di lokasi, tidak ada penutupan jalan. Bayangkan saja rombongan pejabat datang bersamaan untuk memberi selamat, otomatis situasi menjadi padat sebentar,” ungkap Mursalim saat memberikan klarifikasi di Padang, Minggu (13/4/2025).

Secara teknis, panitia diklaim sudah berupaya meminimalkan gangguan lalu lintas dengan tidak mendirikan tenda yang memakan bahu jalan. Namun, antusiasme tamu yang tinggi di jalur utama Sumatera memang menjadi tantangan tersendiri bagi kapasitas jalan di momen tersebut.

Respons Cepat dan Pelajaran Protokoler
Meski sempat macet, Mursalim mengapresiasi kesigapan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Kepolisian. Kehadiran personel di lapangan memastikan arus kendaraan segera terurai hingga kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Menanggapi keluhan masyarakat, Pemprov Sumbar memilih jalur diplomatis dengan tidak bersikap defensif. Atas nama Gubernur dan keluarga besar, Mursalim menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pengguna jalan yang merasa dirugikan, baik yang terjebak di lokasi maupun masyarakat yang melihat tayangan videonya.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dalam mengelola acara besar di masa depan. Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pejabat publik bahwa di era media sosial, pengelolaan ruang publik saat acara pribadi akan selalu berada di bawah “mikroskop” netizen.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM