Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 24 Agu 2023 23:27 WIB ·

Bukan Spesialis, Gus Halim Mau Pendamping Desa Jadi Generalis!


					Bandung - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan arahan dan sekaligus menutup acara kegiatan Refreshment Training Penguatan Kapasitas Partisipasi Pegiat Desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahun Anggaran 2023 di Bandung, Kamis  (24/8/2023). Foto : Angga/KemendesPdtt. Perbesar

Bandung - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan arahan dan sekaligus menutup acara kegiatan Refreshment Training Penguatan Kapasitas Partisipasi Pegiat Desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahun Anggaran 2023 di Bandung, Kamis (24/8/2023). Foto : Angga/KemendesPdtt.

Bandung, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) periode 2019-2024, Abdul Halim Iskandar, memberikan instruksi tajam mengenai masa depan tenaga pendamping desa. Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menegaskan bahwa Pendamping Lokal Desa (PLD) tidak boleh lagi bekerja secara tersekat (segmented). Sebaliknya, mereka harus menjadi tenaga generalis yang serbabisa agar pengabdian mereka tetap relevan dan tidak “punah” ditelan zaman.

Sudut pandang ini menantang pakem profesionalisme lama yang memuja spesialisasi. Menurut Gus Halim, jika seorang pendamping hanya ahli di satu bidang—misalnya infrastruktur—maka eksistensinya akan terancam saat seluruh jalan dan jembatan di desa tersebut selesai dibangun.

“Supaya peran mereka tidak berkurang atau dianggap tidak berguna lagi, pendamping harus bersifat generalis karena basis tugasnya adalah kewilayahan,” ujar Gus Halim saat menutup acara Refreshment Training Penguatan Partisipasi Pegiat Desa di Bandung.

Strategi Bertahan di Tengah “Ledakan” Desa Mandiri
Logika Gus Halim didasari pada data kemajuan desa yang melompat signifikan. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), jumlah Desa Mandiri meroket tajam dari hanya 174 desa pada 2015 menjadi 11.456 desa pada 2023. Di saat fasilitas fisik desa semakin lengkap, tantangan pendamping justru bergeser ke ranah yang lebih kompleks: ekonomi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Gus Halim berpendapat bahwa pemberdayaan masyarakat adalah proses yang tidak akan pernah selesai. Ia mencontohkan negara maju seperti Amerika Serikat yang ekonominya sempat goyah, atau Jepang yang menghadapi krisis regenerasi penduduk. Hal ini membuktikan bahwa status “negara maju” atau “desa mandiri” bukan jaminan stabilitas permanen.

Oleh karena itu, pendamping desa masa kini dituntut menguasai lintas disiplin ilmu, mulai dari manajemen ekonomi, pemanfaatan teknologi, hingga pelayanan sosial dasar. “Pemberdayaan itu tidak bisa setengah-setengah, harus total. Target utama dana desa adalah pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM, dan dua hal ini adalah tantangan abadi,” jelasnya.

Totalitas Tanpa Sekat
Dengan beban menangani lebih dari satu desa, seorang PLD diharapkan menjadi “solusi berjalan” bagi warga. Saat urusan fisik tuntas, pendamping harus mampu beralih peran menjadi konsultan ekonomi kreatif atau penggerak literasi digital.

Instruksi ini menjadi alarm bagi para pegiat desa untuk terus memperluas wawasan dan keterampilan. Fokus pada satu segmen hanya akan membuat tenaga pendamping tereliminasi oleh kemajuan desa itu sendiri. Transformasi dari spesialis menjadi generalis adalah harga mati bagi keberlanjutan peran pendamping dalam mengawal kedaulatan warga desa di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Normalisasi BKG 30A Pebayuran Dongkrak Produktivitas Petani Bekasi

4 Maret 2026 - 13:24 WIB

Aplikasi Samsat Budiman Eror, Pengelola BUMDesa di Sragen Jadi Kurir

3 Maret 2026 - 13:50 WIB

Pertemuan Pengelola Samsat Budiman di Sekretariat Forum Bumdes Indonesia Sragen

Sinergi Aparat dan Warga Taklukkan Pohon Tumbang di Pebayuran

3 Maret 2026 - 12:51 WIB

Honor Kader Posyandu Bulolohe Macet, Bendahara Desa Menghilang

2 Maret 2026 - 18:09 WIB

Karangpaiton Buka Kartu: Digitalisasi Anggaran Desa Tahun 2026

2 Maret 2026 - 15:41 WIB

Warga Randupitu Servis Motor Gratis Persiapan Mudik Lebaran

23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Trending di DESA