Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 12 Feb 2026 07:35 WIB ·

Bukan Sekadar Traktor: Tulungagung Pacu Mekanisasi Demi Swasembada Pangan


					Bukan Sekadar Traktor: Tulungagung Pacu Mekanisasi Demi Swasembada Pangan Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai menggeser paradigma pertanian tradisional ke arah modernisasi radikal. Melalui penyerahan satu unit traktor roda empat kepada Gapoktan Tani Makmur di Kelurahan Tamanan, Rabu (11/2/2026), Wakil Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa mekanisasi adalah kunci utama untuk mempercepat target swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Meski Tulungagung saat ini sudah menyandang status surplus padi, pemerintah daerah enggan terlena. Modernisasi alat dan mesin pertanian (Alsintan) diposisikan sebagai “senjata” untuk memangkas biaya operasional petani sekaligus meningkatkan intensitas tanam secara nasional.

“Ini adalah solusi teknis. Dengan bantuan traktor roda empat ini, kita ingin memastikan sinergi pusat dan daerah mampu mengeksekusi visi besar swasembada pangan lebih cepat dari jadwal,” ujar Ahmad Baharudin.

Integritas Kelompok: Aset Negara Bukan Milik Pribadi
Sudut pandang menarik muncul saat Wabup memberikan catatan kritis terkait manajemen aset. Ia mewanti-wanti agar bantuan strategis ini tidak berubah menjadi “harta pribadi” pengurus kelompok. Pemerintah menetapkan tiga pilar utama dalam pengelolaan bantuan ini:

  • Transparansi Pemanfaatan: Alat wajib digunakan untuk seluruh anggota kelompok, bukan segelintir orang.
  • Kemandirian Perawatan: Gapoktan bertanggung jawab penuh atas biaya pemeliharaan agar mesin memiliki umur pakai panjang.
  • Pengawasan Forkopimcam: TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan dilibatkan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang atas aset negara tersebut.

Petani Optimis: Efisiensi Biaya di Depan Mata
Ketua Gapoktan Tani Makmur, Sutrisno, mengakui bahwa traktor baru ini akan menjadi pengubah permainan (game changer) di lapangan. Kecepatan olah tanah menggunakan teknologi roda empat diklaim mampu memangkas waktu kerja dan menghemat pengeluaran buruh tani secara drastis.

Optimisme ini didukung oleh catatan sukses sektor agraria Tulungagung pada 2025. Menurut Priyo, Penyuluh Pertanian setempat, keberhasilan swasembada tahun lalu sangat dipengaruhi oleh kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berpihak pada petani. Dengan adanya mekanisasi baru ini, tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun emas bagi stabilitas pangan di Bumi Marmer.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di PEMDA