Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 3 Mar 2025 15:17 WIB ·

Bukan Sekadar Gaya, Desa Digital Temanggung Kini Berbasis Data


					Bukan Sekadar Gaya, Desa Digital Temanggung Kini Berbasis Data Perbesar

Temanggung, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kabupaten Temanggung sedang membuktikan bahwa transformasi digital di level desa bukan sekadar membangun situs web pajangan. Melalui kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) dan Badan Pusat Statistik (BPS), data statistik dan geospasial kini diposisikan sebagai “napas” utama pembangunan desa untuk menghapus angka kemiskinan dan stunting secara presisi.

Sinergi ini bertujuan menyatukan platform “Rumah Digital” milik desa dengan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Hasilnya, desa tidak hanya memiliki wajah digital di internet, tetapi juga memiliki fondasi data yang akurat untuk kebijakan pembangunan yang lebih terarah.

Rumah Digital: Senjata Baru Lawan Korupsi
Kepala Dinkominfo Temanggung, Gotri Wijianto, menegaskan bahwa situs web desa yang sedang dikembangkan bukan hanya alat informasi, melainkan pusat data terintegrasi. Di dalamnya, informasi mengenai kependudukan hingga potensi wilayah disajikan secara komprehensif.

“Integrasi data ini adalah langkah nyata dalam mendukung program desa antikorupsi dan keterbukaan informasi publik,” ujar Gotri saat rapat koordinasi di Temanggung, Jumat (28/2/2025).

Selain transparansi, digitalisasi ini berdampak langsung pada efisiensi layanan. Warga tidak perlu lagi mengantre panjang di kantor desa, karena pengurusan administrasi surat-menyurat kini dapat dilakukan secara daring melalui sistem yang valid.

Desa Cantik Sebagai ‘Dapur’ Data
Jika Dinkominfo menyediakan platformnya, maka BPS berperan sebagai penyedia standar mutunya. Kepala BPS Temanggung, Henri Wajianto, menjelaskan bahwa program Desa Cantik bertujuan agar perangkat desa mampu mengelola data secara mandiri sesuai kaidah statistik yang benar.

“Kami ingin memperkuat kualitas SDM di desa agar data yang mereka hasilkan valid dan terpercaya. Data inilah yang nantinya digunakan instansi di berbagai tingkatan untuk merencanakan pembangunan,” jelas Henri.

Hingga saat ini, program Desa Cantik telah berjalan di beberapa titik, seperti Desa Soropadan (Pringsurat), Desa Purbosari (Ngadirejo), dan Desa Campursari (Bulu). Desa Menggoro di Kecamatan Tembarak menjadi target selanjutnya dalam waktu dekat.

Edukasi Digital Tanpa Batas
Strategi yang dilakukan BPS untuk mempercepat literasi data ini tergolong unik. Henri mengungkapkan, pembinaan di satu desa akan disiarkan secara langsung melalui Zoom dan YouTube. Pola ini memungkinkan desa-desa lain di seluruh Kabupaten Temanggung untuk belajar secara bersamaan tanpa terkendala jarak.

Sinergi ini diharapkan menjadi standar baru bagi tata kelola pemerintahan desa. Dengan data yang akurat dan teknologi yang mumpuni, pembangunan di Temanggung tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan fakta lapangan yang tercatat secara digital.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK