Desa Miliki Peran Vital, Kesiapsiagaan Bencana di Sanggau Dimulai dari Komunitas Lokal
Sanggau, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa memiliki peran yang sangat vital dalam sistem penanggulangan bencana, sebab desa merupakan wilayah yang paling dekat dengan sumber ancaman bencana alam maupun kelompok rentan. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Konstantinus Tinus, dalam acara Obrolan Kentongan yang diselenggarakan oleh RRI Entikong, Selasa (18/11/2025).
Menurut Konstantinus, kesiapsiagaan bencana tidak boleh hanya berhenti di tataran pemerintah daerah saja. Ia menekankan bahwa desa harus menjadi garda terdepan karena aparat dan masyarakat desalah yang pertama kali berhadapan langsung dengan risiko bencana saat terjadi.
“Ketika masyarakat memahami betul apa yang harus mereka lakukan, mulai dari tahap pencegahan hingga respons awal, peluang selamat dan jumlah risiko dapat ditekan secara signifikan,” ujar Konstantinus lugas.
Pelatihan Komunitas dan Budaya Sadar Bencana
Dalam upaya penguatan peran desa, BPBD Kabupaten Sanggau secara aktif melaksanakan berbagai program pelatihan dan edukasi. Program ini dirancang tidak hanya menyasar perangkat desa, tetapi juga melibatkan komunitas-komunitas lokal, seperti organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan relawan desa. Pelibatan komunitas ini penting agar informasi dan keterampilan penanggulangan bencana dapat tersebar secara merata dan menjadi milik kolektif masyarakat.
Konstantinus juga menyoroti pentingnya penanaman budaya sadar bencana secara berkelanjutan, bukan hanya dilakukan secara reaktif saat bencana sedang terjadi atau baru usai. Strategi pencegahan jangka panjang BPBD Sanggau meliputi:
- Melakukan sosialisasi berkala di berbagai tingkatan masyarakat.
- Menggelar simulasi lapangan dan evakuasi secara rutin.
- Mengintegrasikan kegiatan edukatif kebencanaan di sekolah-sekolah.
“Membangun kesadaran adalah proses yang tidak berhenti. Kami ingin masyarakat menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. Dengan demikian, respons terhadap ancaman menjadi otomatis dan efektif.
Peran Media dan Sinergi Lintas Sektor
Selain kesiapsiagaan di tingkat desa, Konstantinus Tinus juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat desa, dan lembaga penyiaran publik. Ia secara spesifik menyebut bahwa peran media, khususnya RRI, sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya kepada masyarakat luas ketika bencana sedang terjadi. Komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam meminimalkan kepanikan dan mengarahkan upaya mitigasi dengan tepat sasaran.
Komitmen BPBD Sanggau terhadap penguatan kapasitas desa sejalan dengan visi mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, dimulai dari unit terkecil pemerintahan. Kehadiran desa yang siaga (Destana) diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan dan pemulihan, menjadikan Kabupaten Sanggau lebih resilien terhadap berbagai ancaman bencana alam, seperti banjir atau tanah longsor yang kerap mengintai wilayah tersebut.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.