Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 19 Nov 2025 01:19 WIB ·

BPBD Sanggau: Desa Harus Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana


					Konstantinus Tinus, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sanggau dalam tangkapan layar Obrolan Kentongan RRI Entikong. (Image courtesy:  RRI) Perbesar

Konstantinus Tinus, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sanggau dalam tangkapan layar Obrolan Kentongan RRI Entikong. (Image courtesy: RRI)

Desa Miliki Peran Vital, Kesiapsiagaan Bencana di Sanggau Dimulai dari Komunitas Lokal

Sanggau, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Desa memiliki peran yang sangat vital dalam sistem penanggulangan bencana, sebab desa merupakan wilayah yang paling dekat dengan sumber ancaman bencana alam maupun kelompok rentan. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Konstantinus Tinus, dalam acara Obrolan Kentongan yang diselenggarakan oleh RRI Entikong, Selasa (18/11/2025).

Menurut Konstantinus, kesiapsiagaan bencana tidak boleh hanya berhenti di tataran pemerintah daerah saja. Ia menekankan bahwa desa harus menjadi garda terdepan karena aparat dan masyarakat desalah yang pertama kali berhadapan langsung dengan risiko bencana saat terjadi.

“Ketika masyarakat memahami betul apa yang harus mereka lakukan, mulai dari tahap pencegahan hingga respons awal, peluang selamat dan jumlah risiko dapat ditekan secara signifikan,” ujar Konstantinus lugas.

Pelatihan Komunitas dan Budaya Sadar Bencana
Dalam upaya penguatan peran desa, BPBD Kabupaten Sanggau secara aktif melaksanakan berbagai program pelatihan dan edukasi. Program ini dirancang tidak hanya menyasar perangkat desa, tetapi juga melibatkan komunitas-komunitas lokal, seperti organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan relawan desa. Pelibatan komunitas ini penting agar informasi dan keterampilan penanggulangan bencana dapat tersebar secara merata dan menjadi milik kolektif masyarakat.

Konstantinus juga menyoroti pentingnya penanaman budaya sadar bencana secara berkelanjutan, bukan hanya dilakukan secara reaktif saat bencana sedang terjadi atau baru usai. Strategi pencegahan jangka panjang BPBD Sanggau meliputi:

  • Melakukan sosialisasi berkala di berbagai tingkatan masyarakat.
  • Menggelar simulasi lapangan dan evakuasi secara rutin.
  • Mengintegrasikan kegiatan edukatif kebencanaan di sekolah-sekolah.

“Membangun kesadaran adalah proses yang tidak berhenti. Kami ingin masyarakat menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. Dengan demikian, respons terhadap ancaman menjadi otomatis dan efektif.

Peran Media dan Sinergi Lintas Sektor
Selain kesiapsiagaan di tingkat desa, Konstantinus Tinus juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat desa, dan lembaga penyiaran publik. Ia secara spesifik menyebut bahwa peran media, khususnya RRI, sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya kepada masyarakat luas ketika bencana sedang terjadi. Komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam meminimalkan kepanikan dan mengarahkan upaya mitigasi dengan tepat sasaran.

Komitmen BPBD Sanggau terhadap penguatan kapasitas desa sejalan dengan visi mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, dimulai dari unit terkecil pemerintahan. Kehadiran desa yang siaga (Destana) diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan dan pemulihan, menjadikan Kabupaten Sanggau lebih resilien terhadap berbagai ancaman bencana alam, seperti banjir atau tanah longsor yang kerap mengintai wilayah tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN