Langsung Serap Ribuan Pengunjung dan UMKM
Ambarawa, kabupaten Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Benteng bersejarah Willem I Ambarawa atau yang populer disebut Benteng Pendem, resmi dibuka kembali untuk umum pada Senin (17/11/2025). Pembukaan ini dilakukan setelah proses revitalisasi menyeluruh yang melibatkan sinergi lintas kementerian—Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian PUPR, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang. Destinasi yang dibangun pada tahun 1834–1845 ini kini bertransformasi menjadi pusat wisata edukasi, budaya, dan penggerak ekonomi UMKM terbesar di Jawa Tengah.
Acara peresmian berlangsung meriah dengan dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, Kepala BPK Wilayah X Manggar Sari Ayuati, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran ribuan warga yang memadati lokasi sejak pagi membuktikan antusiasme tinggi terhadap landmark sejarah baru ini.

Dampak Ekonomi Instan: Ribuan Pengunjung dan Ratusan UMKM
Meskipun baru memasuki tahap uji coba (trial opening), Benteng Willem I telah menarik 4.000 hingga 5.000 pengunjung per hari. Dampak ekonomi dari revitalisasi ini terasa instan, dengan dibukanya Pusat Oleh-oleh Makutoromo yang menampung lebih dari 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di area kuliner dan cinderamata. Pemerintah daerah menilai, keberadaan benteng yang telah direnovasi ini telah memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat Ambarawa dan sekitarnya.
Pengelola benteng, The Lawu Group, mengusung tiga konsep utama:
- Wisata Sejarah: Menyajikan arsitektur kuno dan terowongan berusia dua abad sebagai ruang edukasi sejarah kolonialisme.
- Wisata Kuliner: Area khusus dengan pemandangan ikonik yang disebut “Bukit Bintang.”
- Pusat Oleh-Oleh Makutoromo: Diproyeksikan sebagai pusat oleh-oleh terbesar yang menjual produk unggulan Kabupaten Semarang, seperti Tahu Serasi, Soto Kesawan, dan berbagai produk kriya.
Sebagai tambahan edukasi, Galeri Mobil Antik juga resmi dibuka di dalam kompleks benteng, memperkaya pilihan wahana bagi pengunjung.

Kolaborasi Lintas Sektor Hidupkan Warisan Sejarah
Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian PUPR atas dukungan yang diberikan sejak pembangunan dimulai pada tahun 2020. Menurutnya, revitalisasi ini adalah bukti nyata bahwa warisan sejarah dapat dihidupkan kembali dan dikelola secara profesional melalui kolaborasi erat.
Benteng yang merupakan aset milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ini kini tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran seni, budaya, dan pusat pengembangan produk unggulan masyarakat setempat. Ke depan, Pemkab Semarang berharap dapat mengembangkan fasilitas tambahan seperti homestay dan program edukasi pertanian untuk memberikan manfaat ekonomi dan wisata yang lebih luas.

Benteng Willem I beroperasi setiap hari dan menawarkan berbagai pilihan tiket masuk:
| Kategori Tiket | Hari Kerja (Weekday) | Akhir Pekan (Weekend) | Wisatawan Asing (Wisman) |
| Tiket Masuk Benteng | Rp10.000 | Rp15.000 | Rp25.000 |
| Tiket Terusan Galeri Mobil Antik | Rp18.000 | Rp23.000 | Rp35.000 |
Jam operasional benteng ini cukup panjang, yaitu pukul 08.00–21.00 pada hari kerja, dan pukul 06.00–21.00 pada akhir pekan, sementara area Makutoromo buka hingga pukul 20.00. Proyeksi Benteng Willem I sebagai destinasi sejarah terbesar di Jawa Tengah diyakini akan memperkuat Ambarawa sebagai tujuan wisata sejarah dan budaya nasional.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.